WASPADAI GEJALA DINI KANKER LEHER RAHIM
Di antara penyakit kanker yang menyerang pada kaum wanita, kanker leher rahim sangat banyak menyerang pada wanita yang sudah menikah. Padahal penyakit ini umumnya tidak diturunkan, berbeda dengan kanker indung telur atau kanker badan rahim yang kemungkinan diturunkan.
_____
Kanker leher rahim yang merupakan salah satu penyebab utama kematian, terutama di negara yang sedang berkembang ini sebenarnya merupakan satu-satunya kanker yang bisa dicegah. Soalnya kanker jenis ini biasanya sudah dapat dideteksi lewat pemeriksaan Pap Smear sebelum adanya gejala yang bisa dirasakan pasien. Dengan begitu, bisa segera diobati supaya tidak berkembang ke stadium selanjutnya.
Lalu apa saja gejalanya? Pada tingkat pra-kanker, penderita biasanya tidak memiliki keluhan apa-apa. Tak herena jika kanker leher rahim biasanya ditemukan sudah pada stadium bukan awal. Adapun keluhannya, diantaranya:
1. Perdarahan dari vagina (per vaginam), yang dapat merupakan perdarahan ringan atau perdarahan pasca senggama Tapi harus juga diingat bahwa tidak semua keluhan perdarahan terkait langsung dengan kanker leher rahim. Hal-hal lain yang dapat menyebabkan perdarahan per vaginam antara lain adalah karena polip leher rahim, radang, atau gangguan hormonal.
2. Keputihan, yaitu keluarnya cairan dari vagina Keputihan yang mencerminkan kanker leher rahim biasanya berbau, kadang-kadang seperti nanah, warnanya semu merah karena bercampur darah. Tidak semua keputihan merupakan pertanda kanker leher rahim.
3. Nyeri Bila proses penyakit telah meluas dan menekan organ sekitar, maka dapat mengakibatkan rasa nyeri di panggul. Bila ada penyebaran penyakit di tulang, akan menimbulkan rasa sakit di tulang, misalnya tulang belakang, tulang panggul, dan tulang tungkai.
4. Anuri (tidak keluar urine) Karena perluasan kanker, sehingga saluran kencing dari ginjal tersumbat.
[http://www.tempo. co.id]
Minggu, 10 Desember 2006
Selasa, 28 November 2006
Pola Makan Yang Baik, Cegah Diabetes
DIABETES Mellitus atau kerap disebut kencing manis dapat diartikan terdapatnya glukosa dalam air kencing seseorang. Hal itu terjadi karena glukosa dalam darah tidak dapat dicerna tubuh, karena tubuh kekurangan insulin.
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan upaya penanganan yang tepat dan serius. Apabila tidak dilakukan penanganan secara cermat, dampak dari penyakit tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit serius lainnya, di antaranya, jantung, stroke, disfungsi ereksi, gagal ginjal, dan kerusakan system syaraf.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita Diabetes Mellitusnya terbanyak setelah India, China, Uni Sovyet, Jepang, dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 5 juta dengan peningkatan sebanyak 230.000 pasien diabetes pertahunnya, sehingga pada tahun 2005 diperkirakan akan mencapai 12 juta penderita.
Untuk diketahui, terdapat dua tipe Diabetes, yaitu, Diabetes Tipe I (IDDM/ tergantung insulin) dan Diabetes Tipe II (NIDDM/ tidak tergantung insulin)
Gejala - Gejala Diabetes
Gejala diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak (di bawah 20 tahun), sebagai akibat dari adanya kelainan genetika, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan baik.
Antara lain :
- Berat badan menurun
- Kelelahan
- Penglihatan kabur
- Sering buang air kecil
- Terus menerus lapar dan haus
- Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni
Gejala-gejala diabetes tipe II muncul secara perlahan-lahan sampai menjadi gangguan yang jelas, dan pada tahap permulaannya sama seperti gejala diabetes tipe I.
Penyebab Diabetes
Saat ini, faktor utama munculnya penyakit diabetes berkaitan langsung dengan pola hidup masyarakat. Konsumsi makanan yang tidak seimbang serta kurangnya aktivitas fisik dapat memicu timbulnya penyakit kencing manis.
Disamping itu, adanya stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diabetes.
Pencegahan Diabetes
Penyakit ini dapat dicegah dengan merubah pola makan yang seimbang. Kurangi makanan yang banyak mengandung protein, lemak, gula, dan garam. Perbanyak melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Diantaranya, berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat, serta rajin memeriksakan kadar gula urine setiap tahun.
Cara Mengatasi Diabetes
Kalau sudah positif diabetes, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan ikuti anjuran dokter dengan penuh disiplin. Selain itu, perlu melakukan diet, karena diet merupakan langkah awal dari usaha untuk mengendalikan diabetes. Namun, sebaiknya ketika melakukan diet, perlu juga dibarengi dengan olah raga secara teratur. Tidak kalah pentingnya, lakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar gula diabetes, yang merupakan suatu gangguan kelainan kadar gula darah karena rusaknya sel beta pancreas, sehingga perlu dikontrol dengan cermat.
Sumber : (p21)
[Info Nutrisi]
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan upaya penanganan yang tepat dan serius. Apabila tidak dilakukan penanganan secara cermat, dampak dari penyakit tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit serius lainnya, di antaranya, jantung, stroke, disfungsi ereksi, gagal ginjal, dan kerusakan system syaraf.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita Diabetes Mellitusnya terbanyak setelah India, China, Uni Sovyet, Jepang, dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 5 juta dengan peningkatan sebanyak 230.000 pasien diabetes pertahunnya, sehingga pada tahun 2005 diperkirakan akan mencapai 12 juta penderita.
Untuk diketahui, terdapat dua tipe Diabetes, yaitu, Diabetes Tipe I (IDDM/ tergantung insulin) dan Diabetes Tipe II (NIDDM/ tidak tergantung insulin)
Gejala - Gejala Diabetes
Gejala diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak (di bawah 20 tahun), sebagai akibat dari adanya kelainan genetika, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan baik.
Antara lain :
- Berat badan menurun
- Kelelahan
- Penglihatan kabur
- Sering buang air kecil
- Terus menerus lapar dan haus
- Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni
Gejala-gejala diabetes tipe II muncul secara perlahan-lahan sampai menjadi gangguan yang jelas, dan pada tahap permulaannya sama seperti gejala diabetes tipe I.
Penyebab Diabetes
Saat ini, faktor utama munculnya penyakit diabetes berkaitan langsung dengan pola hidup masyarakat. Konsumsi makanan yang tidak seimbang serta kurangnya aktivitas fisik dapat memicu timbulnya penyakit kencing manis.
Disamping itu, adanya stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diabetes.
Pencegahan Diabetes
Penyakit ini dapat dicegah dengan merubah pola makan yang seimbang. Kurangi makanan yang banyak mengandung protein, lemak, gula, dan garam. Perbanyak melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Diantaranya, berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat, serta rajin memeriksakan kadar gula urine setiap tahun.
Cara Mengatasi Diabetes
Kalau sudah positif diabetes, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan ikuti anjuran dokter dengan penuh disiplin. Selain itu, perlu melakukan diet, karena diet merupakan langkah awal dari usaha untuk mengendalikan diabetes. Namun, sebaiknya ketika melakukan diet, perlu juga dibarengi dengan olah raga secara teratur. Tidak kalah pentingnya, lakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar gula diabetes, yang merupakan suatu gangguan kelainan kadar gula darah karena rusaknya sel beta pancreas, sehingga perlu dikontrol dengan cermat.
Sumber : (p21)
[Info Nutrisi]
Sabtu, 11 November 2006
Hati-hati Konsumsi Antimabuk
(01 Nov 2005, 158 x , cetak, Komentar)
MAKASSAR -- Saatnya mudik, saatnya konsumsi antimabuk. Ini bagi mereka yang memang sering bermasalah dengan kendaraan. Dalam arti, saat naik kendaraan, ia selalu berhadapan dengan problem mabuk. Akhirnya, konsumsi obat antimabuk selalu menjadi pilihan.
Yang punya kebiasaan mabuk, konsumsi obat antimabuk memang sangat membantu. Pasalnya, cukup dengan itu, ia bisa tertidur dan tiba sampai di tujuan tanpa harus sibuk dengan urusan mual-mual.
Akan tetapi, apakah itu tidak berbahaya bagi kesehatan? Menurut spesialis penyakit saraf dr Jumraini Tammasse, Sp.S, mengonsumsi obat antimabuk dalam dosis tepat tentu tidak masalah. Apalagi, antimabuk ini memang bisa membantu menjaga keseimbangan dalam perjalanan.
"Dengan meminum obat antimabuk, yang bersangkutan biasanya mengantuk dan tertidur, sehingga keseimbangannya bisa tetap terjaga selama perjalanan,"kata dokter jebolan Unhas ini.
Akan tetapi, katanya, semua harus sesuai dosis. Tentunya, dosis itu ada untuk dewasa dan anak-anak. Kalau konsumsinya berlebihan, tentu akan mengganggu sistem saraf pusat, sehingga bisa menimbulkan depresi.
Bagaimana dengan mereka yang perjalanannya cukup jauh, sehingga harus mengonsumsi beberapa kali atau beberapa butir? Jumraini menjelaskan, efektifnya obat antimabuk itu sampai enam jam perjalanan. Untuk mencapai hasiloptimal, itu dikonsumsi satu jam sebelum naik kendaraan, kendati ada juga yang reaksinya lebih cepat.
Oleh karena itu, untuk perjalanan yang hanya sampai enam jam tentu cukup satu biji. Bagi yang agak keras mabuknya, bisa sampai satu setengah sampai dua biji. Kalau perjalanannya memakan waktu di atas enam jam, tentu setelah enam jam itu baru bisa mengonsumsi lagi.
Dalam perjalanan, kadang-kadang ada orang yang lupa mengonsumsi sejam sebelum perjalanan. Di perjalanan atau pada saat merasakan tubuhnya tidak lagi seimbang, baru mereka mengonsumsi antimabuk. Apakah itu masihberpengaruh? Menurut Jumraini, itu tetap ada pengaruhnya. Tergantung reaksi tubuhnya. Bagi yang cepat, mungkin saja masih dalam perjalanan reaksinya sudah dirasakan. Akan tetapi, bagi yang lambat, bisa jadi, setelah tiba di perjalanan baru muncul ngantuknya. Kendati demikian, tetap saja harus mengonsumsi sesuai dosis. Sebab jika berlebih bisa membahayakan.
Mengenai ragam obat antimabuk yang ada dijual secara umum, dijelaskan bahwa jenisnya memang ada banyak. Hanya saja, untuk mabuk perjalanan, tampaknya memang hanya satu jenis yang populer, serta dijual bebas. Walau demikian, mengonsumsi obat antimabuk juga harus tetap selektif.
[Info Nutrisi]
MAKASSAR -- Saatnya mudik, saatnya konsumsi antimabuk. Ini bagi mereka yang memang sering bermasalah dengan kendaraan. Dalam arti, saat naik kendaraan, ia selalu berhadapan dengan problem mabuk. Akhirnya, konsumsi obat antimabuk selalu menjadi pilihan.
Yang punya kebiasaan mabuk, konsumsi obat antimabuk memang sangat membantu. Pasalnya, cukup dengan itu, ia bisa tertidur dan tiba sampai di tujuan tanpa harus sibuk dengan urusan mual-mual.
Akan tetapi, apakah itu tidak berbahaya bagi kesehatan? Menurut spesialis penyakit saraf dr Jumraini Tammasse, Sp.S, mengonsumsi obat antimabuk dalam dosis tepat tentu tidak masalah. Apalagi, antimabuk ini memang bisa membantu menjaga keseimbangan dalam perjalanan.
"Dengan meminum obat antimabuk, yang bersangkutan biasanya mengantuk dan tertidur, sehingga keseimbangannya bisa tetap terjaga selama perjalanan,"kata dokter jebolan Unhas ini.
Akan tetapi, katanya, semua harus sesuai dosis. Tentunya, dosis itu ada untuk dewasa dan anak-anak. Kalau konsumsinya berlebihan, tentu akan mengganggu sistem saraf pusat, sehingga bisa menimbulkan depresi.
Bagaimana dengan mereka yang perjalanannya cukup jauh, sehingga harus mengonsumsi beberapa kali atau beberapa butir? Jumraini menjelaskan, efektifnya obat antimabuk itu sampai enam jam perjalanan. Untuk mencapai hasiloptimal, itu dikonsumsi satu jam sebelum naik kendaraan, kendati ada juga yang reaksinya lebih cepat.
Oleh karena itu, untuk perjalanan yang hanya sampai enam jam tentu cukup satu biji. Bagi yang agak keras mabuknya, bisa sampai satu setengah sampai dua biji. Kalau perjalanannya memakan waktu di atas enam jam, tentu setelah enam jam itu baru bisa mengonsumsi lagi.
Dalam perjalanan, kadang-kadang ada orang yang lupa mengonsumsi sejam sebelum perjalanan. Di perjalanan atau pada saat merasakan tubuhnya tidak lagi seimbang, baru mereka mengonsumsi antimabuk. Apakah itu masihberpengaruh? Menurut Jumraini, itu tetap ada pengaruhnya. Tergantung reaksi tubuhnya. Bagi yang cepat, mungkin saja masih dalam perjalanan reaksinya sudah dirasakan. Akan tetapi, bagi yang lambat, bisa jadi, setelah tiba di perjalanan baru muncul ngantuknya. Kendati demikian, tetap saja harus mengonsumsi sesuai dosis. Sebab jika berlebih bisa membahayakan.
Mengenai ragam obat antimabuk yang ada dijual secara umum, dijelaskan bahwa jenisnya memang ada banyak. Hanya saja, untuk mabuk perjalanan, tampaknya memang hanya satu jenis yang populer, serta dijual bebas. Walau demikian, mengonsumsi obat antimabuk juga harus tetap selektif.
[Info Nutrisi]
Selasa, 31 Oktober 2006
Akibat Kurang Tidur
Banyak orang menganggap kurang tidur merupakan hal biasa padahal menurut sebuah penelitian dari Universitas Pennsylvannia, kekurangan tidur sama berbahaya dengan tidak tidur.
Para peneliti menemukan orang yang tidur hanya empat sampai enam jam per malam bereaksi lebih lambat dibanding mereka yang tidur selama delapan jam. Kondisi ini juga sama pada mereka yang tidak tidur selama dua malam walaupun mereka mengatakan tidak merasa lelah padahal ini adalah awal dari sebuah masalah.
Menurut penelitian orang dewasa membutuhkan tidur selama delapan jam dalam satu hari. Jumlah ini akan bervariasi dari satu orang ke orang lain tergantung jumlah kegiatan yang dilakukan.
Penelitian yang dilakukan pada 48 orang dewasa sehat yang berumur 21 sampai 38 tahun, usia dimana paling dikaitkan dengan kekurangan tidur akibat tuntutan pekerjaan.
Kekurangan tidur mungkin tidak terlalu berpengaruh pada penampilan rutinitas sepanjang hari namun dapat memicu masalah fisik seperti:
Obesitas: Tidur memegang peranan dalam kemampuan tubuh untuk mengeluarkan neurohormon karena ketika jumlah pengeluaran hormon menurun, kesempatan bertambah berat badan meningkat.
Tekanan darah: Tekanan darah secara alami akan turun selama tidur. Namun akibat kekurangan tidur dapat memicu hipertensi dan masalah kardiovaskular.
Diabetes: Kemampuan tubuh menggunakan insulin dapat terganggu akibat kekurangan tidur sehingga memicu diabetes.
Menurut National Sleep Foundation dalam sebuah polling tahun 2002 di Amerika ditemukan sebanyak 47 juta orang dewasa tidak mendapatkan jumlah minimal tidur yang mereka butuhkan setiap malam.
Naah...jangan sepelekan istirahat ya..Mari kita coba atur porsi bekerja dan istirahat kita sebaik mungkin agar terhindar dari penyakit di kemudian hari.
Info: Unknown milist
Para peneliti menemukan orang yang tidur hanya empat sampai enam jam per malam bereaksi lebih lambat dibanding mereka yang tidur selama delapan jam. Kondisi ini juga sama pada mereka yang tidak tidur selama dua malam walaupun mereka mengatakan tidak merasa lelah padahal ini adalah awal dari sebuah masalah.
Menurut penelitian orang dewasa membutuhkan tidur selama delapan jam dalam satu hari. Jumlah ini akan bervariasi dari satu orang ke orang lain tergantung jumlah kegiatan yang dilakukan.
Penelitian yang dilakukan pada 48 orang dewasa sehat yang berumur 21 sampai 38 tahun, usia dimana paling dikaitkan dengan kekurangan tidur akibat tuntutan pekerjaan.
Kekurangan tidur mungkin tidak terlalu berpengaruh pada penampilan rutinitas sepanjang hari namun dapat memicu masalah fisik seperti:
Obesitas: Tidur memegang peranan dalam kemampuan tubuh untuk mengeluarkan neurohormon karena ketika jumlah pengeluaran hormon menurun, kesempatan bertambah berat badan meningkat.
Tekanan darah: Tekanan darah secara alami akan turun selama tidur. Namun akibat kekurangan tidur dapat memicu hipertensi dan masalah kardiovaskular.
Diabetes: Kemampuan tubuh menggunakan insulin dapat terganggu akibat kekurangan tidur sehingga memicu diabetes.
Menurut National Sleep Foundation dalam sebuah polling tahun 2002 di Amerika ditemukan sebanyak 47 juta orang dewasa tidak mendapatkan jumlah minimal tidur yang mereka butuhkan setiap malam.
Naah...jangan sepelekan istirahat ya..Mari kita coba atur porsi bekerja dan istirahat kita sebaik mungkin agar terhindar dari penyakit di kemudian hari.
Info: Unknown milist
Jumat, 27 Oktober 2006
Jangan Remehkan Rasa Sakit Seperti Maag
www.fajar.co. id
Rajiman (44 tahun) kerap menderita rasa sakit di bagian ulu hatinya. Derita yang mirip sakit maag ini bahkan telah dirasakannya sekitar 20 tahun. Pemeriksaan ke dokter dan pemantauan lewat USG (ultrasonografi) tak pernah menemukan penyebab keluhannya. Ketika rasa sakit kembali menderanya, bedah laparoskopi pun menunjukkan, Ia ternyata menderita cholecystitis (radang empedu).
Menurut ketua SMF Bedah Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dr HM Jisdan Bambang Yulianto, SpB, penyakit radang empedu ini memang tidak terdiagnosa karena kantong empedunya sudah terbungkus oleh omentum (salah satu bangunan di dalam rongga perut). Hal itu baru diketahui saat laparoskopi bahwa omentum menumpuk di kantong empedu dan lengket di sela-sela liver kanan maupun kiri. Mau tak mau, saat itu juga diputuskan untuk dilakukan pengangkatan kantong empedu dengan operasi laparoskopi.
Sang pengemulsi lemak
Jisdan mengatakan, pada prinsipnya kantong empedu adalah kantong yang dipakai untuk menampung cairan empedu yang berupa garam empedu dan lemak. Garam empedu itu dibutuhkan untuk membantu sistem pertahanan tubuh yang dikenal sebagai keseimbangan asam basa. Selain itu juga di dalam kantong empedu ada ekstrak empedu yang dipakai untuk mengemulsi lemak. Pada keadaan tertentu, akibat kesalahan makan dengan lemak yang berlebihan dan kadang disertai kuman yang masuk, maka terjadi proses pengendapan dari ekstrak lemak. Kemudian bisa menimbulkan permasalahan berupa pembentukan inti batu empedu (cholelithiasis) . Cholelithiasis ini bisa menimbulkan peradangan empedu (cholecystitis) . Sebaliknya, cholecystitis bisa menimbulkan batu empedu.
Jisdan mengakui, cholecystitis memang kadang sulit diketahui dan keluhan subyektifnya memang hampir sama dengan sakit maag atau keluhan ''masuk angin'' biasa. Kecuali bila cholecystitis ini telah menimbulkan permasalahan yang spesifik, seperti kulit kuning, dan terbentuk batu empedu (cholelithiasis) yang menyumbat total di saluran empedu. Karena hal itu akan menimbulkan rasa ''sebah'' di perut seperti maag disertai nyeri di ujung tulang belikat atau titik boas, kata ahli bedah laparoskopi ini. Nyeri di titik boas itu merupakan salah satu ciri khas penyakit gangguan empedu. Untuk lebih jelasnya, bisa dilkakukan pemeriksaan dengan USG.
Selanjutnya Jisdan mengatakan, apabila terjadi peradangan, empedu terus-menerus akan membengkak. Empedu akhirnya tidak bisa memproduksi sesuai dengan kapasitasnya yang seharusnya dan berisiko menimbulkan kebocoran empedu. Apabila peradangan cukup berat akan mengakibatkan perlengketan di beberapa tempat, terutama di liver dan usus besar. Hal itu yang paling banyak terjadi.
Kalau radang empedunya berlanjut dan meradang di dekat liver, maka akan menimbulkan nyeri di pundak (kerr). Nyeri di pundak terjadi karena ada peradangan yang melibatkan saraf di diafragma (sekat rongga badan). Itu berarti sudah ada peradangan yang melewati pada dinding kantong empedu dan ini sudah komplikasi. Nyerinya bisa kanan maupun kiri dan hilang-timbul. Makin lama rasa sakit ini semakin berat dan akhirnya nyeri menetap. Jika batu empedu cukup banyak, maka sebagian batu empedu ini bisa masuk ke saluran empedu --yang menghubungkan liver dengan usus 12 jari. Maka, sumbatan pun bisa terjadi.
Bila penderita mengalami sumbatan itu, maka warna kulit menjadi kuning dan kelopak mata menjadi kuning. Pada kondisi itu orang bisa mengalami komplikasi yang buruk lagi sampai terjadi komplikasi di otaknya. ''Itu yang dikenal dengan keracunan bilirubin,'' tutur dia.
Pada mereka yang kebetulan ditemukan dengan komplikasi, kadang komplikasi berupa terbentuknya tumor. Peradangan di empedu yang disebabkan oleh tumor, kadang karena adanya penyempitan, atau polip di empedu. Terbentuknya tumor ini biasanya terjadi pada orang yang memang punya bakat tumor. Di luar kasus itu ada kasus empedu yang membengkak disebabkan oleh tumor di pankreas, dan operasinya sangat rumit, jelas Jisdan. Karena itu, kata dia, apabila seseorang mengalami peradangan di kantong empedu, sebaiknya harus diangkat kantong empedunya. ''Sehingga cepat atau lambat akan menimbulkan masalah sakit perut yang kambuh-kambuhan, pembentukan batu yang makin banyak,'' saran dia. Namun demikian, ia menambahkan, kalau radang empedu tidak menimbulkan risiko yang berlebihan atau komplikasi yang tidak mengancam jiwanya, maka bisa meredakan peradangan dengan obat dulu. Kalau radangnya sudah reda, baru dilakukan tindakan operasi laparoskopi.
Hindari lemak
Jisdan mengakui, sebetulnya mencegah cholecystitis dan cholelithiasis tidak mudah. Namun, karena ini salah satu bagian dari sistem pencernaan, maka sebaiknya menjaga makanan yaitu jangan makanan dengan kadar lemak tinggi.
''Apalagi kita hidup di daerah tropis, sehingga lemak itu hanya dibutuhkan minimal sekali,''tuturnya. Alkohol juga akan memicu permasalahan- permasalahan di empedunya, karena itu sebaiknya dihindari minum alkohol. Selain itu juga sebaiknya makan makanan yang tidak terkontaminasi kuman. Karena kuman akan masuk ke dalam pencernaan bersama makanan.
Radang empedu maupun batu empedu ini lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan laki-laki yaitu 1 dibanding 2 atau 3.
Yang paling banyak menderita penyakit tersebut adalah mereka yang empat F yaitu Fat, Forty, Fertile, dan Female. Dengan kata lain, mereka yang beresiko adalah orang yang gemuk, berusia di atas 40 tahun, subur, dan kebanyakan wanita.
''Dengan diangkatnya kantong empedu Insya Allah tidak masalah, karena kantong empedu ini hanya reservoir, bukan pembentuk utama. Fungsi kantong empedu ini nantinya akan dikompensasi oleh alat-alat tubuh yang lain yang bisa memberikan support dalam proses pencernaan, misalnya di saluran empedu,''tutur Jisdan.
Penderita yang sudah diangkat kantong empedunya harus menghindari makanan yang berkadar lemak. Karena makanan berlemak tersebut akan menimbulkan rasa nyeri di ulu hati. Pada enam bulan pertama setelah dilakukan pengangkatan kantong empedu, kadang muncul rasa nyeri di ulu hati, spalagi bila penderita makan makanan berlemak.
Tetapi bersama berjalannya waktu, sesudah tubuh melakukan kompensasi-kompensa si secara alamiah, rasa nyeri tersebut akan hilang sendiri,''jelas Jisdan.
Ikhtisar
Jika merasakan sakit di perut seperti maag dan mengalami rasa nyeri di titik boas (enthong), ada kemungkinan Anda mengalami gangguan empedu. (nri )
Rajiman (44 tahun) kerap menderita rasa sakit di bagian ulu hatinya. Derita yang mirip sakit maag ini bahkan telah dirasakannya sekitar 20 tahun. Pemeriksaan ke dokter dan pemantauan lewat USG (ultrasonografi) tak pernah menemukan penyebab keluhannya. Ketika rasa sakit kembali menderanya, bedah laparoskopi pun menunjukkan, Ia ternyata menderita cholecystitis (radang empedu).
Menurut ketua SMF Bedah Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dr HM Jisdan Bambang Yulianto, SpB, penyakit radang empedu ini memang tidak terdiagnosa karena kantong empedunya sudah terbungkus oleh omentum (salah satu bangunan di dalam rongga perut). Hal itu baru diketahui saat laparoskopi bahwa omentum menumpuk di kantong empedu dan lengket di sela-sela liver kanan maupun kiri. Mau tak mau, saat itu juga diputuskan untuk dilakukan pengangkatan kantong empedu dengan operasi laparoskopi.
Sang pengemulsi lemak
Jisdan mengatakan, pada prinsipnya kantong empedu adalah kantong yang dipakai untuk menampung cairan empedu yang berupa garam empedu dan lemak. Garam empedu itu dibutuhkan untuk membantu sistem pertahanan tubuh yang dikenal sebagai keseimbangan asam basa. Selain itu juga di dalam kantong empedu ada ekstrak empedu yang dipakai untuk mengemulsi lemak. Pada keadaan tertentu, akibat kesalahan makan dengan lemak yang berlebihan dan kadang disertai kuman yang masuk, maka terjadi proses pengendapan dari ekstrak lemak. Kemudian bisa menimbulkan permasalahan berupa pembentukan inti batu empedu (cholelithiasis) . Cholelithiasis ini bisa menimbulkan peradangan empedu (cholecystitis) . Sebaliknya, cholecystitis bisa menimbulkan batu empedu.
Jisdan mengakui, cholecystitis memang kadang sulit diketahui dan keluhan subyektifnya memang hampir sama dengan sakit maag atau keluhan ''masuk angin'' biasa. Kecuali bila cholecystitis ini telah menimbulkan permasalahan yang spesifik, seperti kulit kuning, dan terbentuk batu empedu (cholelithiasis) yang menyumbat total di saluran empedu. Karena hal itu akan menimbulkan rasa ''sebah'' di perut seperti maag disertai nyeri di ujung tulang belikat atau titik boas, kata ahli bedah laparoskopi ini. Nyeri di titik boas itu merupakan salah satu ciri khas penyakit gangguan empedu. Untuk lebih jelasnya, bisa dilkakukan pemeriksaan dengan USG.
Selanjutnya Jisdan mengatakan, apabila terjadi peradangan, empedu terus-menerus akan membengkak. Empedu akhirnya tidak bisa memproduksi sesuai dengan kapasitasnya yang seharusnya dan berisiko menimbulkan kebocoran empedu. Apabila peradangan cukup berat akan mengakibatkan perlengketan di beberapa tempat, terutama di liver dan usus besar. Hal itu yang paling banyak terjadi.
Kalau radang empedunya berlanjut dan meradang di dekat liver, maka akan menimbulkan nyeri di pundak (kerr). Nyeri di pundak terjadi karena ada peradangan yang melibatkan saraf di diafragma (sekat rongga badan). Itu berarti sudah ada peradangan yang melewati pada dinding kantong empedu dan ini sudah komplikasi. Nyerinya bisa kanan maupun kiri dan hilang-timbul. Makin lama rasa sakit ini semakin berat dan akhirnya nyeri menetap. Jika batu empedu cukup banyak, maka sebagian batu empedu ini bisa masuk ke saluran empedu --yang menghubungkan liver dengan usus 12 jari. Maka, sumbatan pun bisa terjadi.
Bila penderita mengalami sumbatan itu, maka warna kulit menjadi kuning dan kelopak mata menjadi kuning. Pada kondisi itu orang bisa mengalami komplikasi yang buruk lagi sampai terjadi komplikasi di otaknya. ''Itu yang dikenal dengan keracunan bilirubin,'' tutur dia.
Pada mereka yang kebetulan ditemukan dengan komplikasi, kadang komplikasi berupa terbentuknya tumor. Peradangan di empedu yang disebabkan oleh tumor, kadang karena adanya penyempitan, atau polip di empedu. Terbentuknya tumor ini biasanya terjadi pada orang yang memang punya bakat tumor. Di luar kasus itu ada kasus empedu yang membengkak disebabkan oleh tumor di pankreas, dan operasinya sangat rumit, jelas Jisdan. Karena itu, kata dia, apabila seseorang mengalami peradangan di kantong empedu, sebaiknya harus diangkat kantong empedunya. ''Sehingga cepat atau lambat akan menimbulkan masalah sakit perut yang kambuh-kambuhan, pembentukan batu yang makin banyak,'' saran dia. Namun demikian, ia menambahkan, kalau radang empedu tidak menimbulkan risiko yang berlebihan atau komplikasi yang tidak mengancam jiwanya, maka bisa meredakan peradangan dengan obat dulu. Kalau radangnya sudah reda, baru dilakukan tindakan operasi laparoskopi.
Hindari lemak
Jisdan mengakui, sebetulnya mencegah cholecystitis dan cholelithiasis tidak mudah. Namun, karena ini salah satu bagian dari sistem pencernaan, maka sebaiknya menjaga makanan yaitu jangan makanan dengan kadar lemak tinggi.
''Apalagi kita hidup di daerah tropis, sehingga lemak itu hanya dibutuhkan minimal sekali,''tuturnya. Alkohol juga akan memicu permasalahan- permasalahan di empedunya, karena itu sebaiknya dihindari minum alkohol. Selain itu juga sebaiknya makan makanan yang tidak terkontaminasi kuman. Karena kuman akan masuk ke dalam pencernaan bersama makanan.
Radang empedu maupun batu empedu ini lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan laki-laki yaitu 1 dibanding 2 atau 3.
Yang paling banyak menderita penyakit tersebut adalah mereka yang empat F yaitu Fat, Forty, Fertile, dan Female. Dengan kata lain, mereka yang beresiko adalah orang yang gemuk, berusia di atas 40 tahun, subur, dan kebanyakan wanita.
''Dengan diangkatnya kantong empedu Insya Allah tidak masalah, karena kantong empedu ini hanya reservoir, bukan pembentuk utama. Fungsi kantong empedu ini nantinya akan dikompensasi oleh alat-alat tubuh yang lain yang bisa memberikan support dalam proses pencernaan, misalnya di saluran empedu,''tutur Jisdan.
Penderita yang sudah diangkat kantong empedunya harus menghindari makanan yang berkadar lemak. Karena makanan berlemak tersebut akan menimbulkan rasa nyeri di ulu hati. Pada enam bulan pertama setelah dilakukan pengangkatan kantong empedu, kadang muncul rasa nyeri di ulu hati, spalagi bila penderita makan makanan berlemak.
Tetapi bersama berjalannya waktu, sesudah tubuh melakukan kompensasi-kompensa si secara alamiah, rasa nyeri tersebut akan hilang sendiri,''jelas Jisdan.
Ikhtisar
Jika merasakan sakit di perut seperti maag dan mengalami rasa nyeri di titik boas (enthong), ada kemungkinan Anda mengalami gangguan empedu. (nri )
Kamis, 12 Oktober 2006
Cara Jitu Enyahkan Insomnia
PENYAKIT yang paling menyebalkan di saat capek, sehabis banting tulang hingga larut malam, adalah sulit tidur atau insomnia. Badan lelah, pikiran payah, tapi kondisi mata tak juga goyah. Berbagai gaya telah dicoba, hasilnya tetap sia-sia. Padahal besok harus siap kembali kerja.
Tidur berguna untuk pemulihan jaringan tubuh yang letih dan rusak. Kurang tidur akan menyebabkan proses pergantian sel-sel, termasuk sel darah merah, terganggu, mengakibatkan jumlah sel berkurang. Dampak serius yang biasanya terjadi adalah turunnya produktivitas. Selain sering mengantuk di siang hari, penderita insomnia atau sulit tidur, kerap tidak dapat memberikan pertimbangan untuk mengatasi masalah, menjadi pribadi yang sensitif, mudah terusik, bahkan oleh hal-hal kecil. Insomnia bisa terjadi karena berbagai hal, karenanya diperlukan beragam upaya untuk menanggulanginya.
1. Hindari kebiasaan tidur siang, terutama jika berlebihan, sebab akan mengurangi waktu tidur di malam hari.
2. Malam hari bukan waktu yang tepat untuk minum minuman berkafein, apalagi dibarengi merokok. Kafein dapat menggenjot denyut jantung, membuat sigap, memaksa mata untuk terjaga. Sedangkan nikotin bersifat neurostimulan yang "menodong" otak untuk tak istirahat. Agar gampang tidur, pecandu kopi sebaiknya menghabiskan cangkir terakhirnya sebelum pukul 3 petang. Bagi para perokok, usahakan batang rokok terakhir maksimal tiga jam sebelum tidur.
3. Jauhi alkohol. Meski dalam dosis ringan alkoho ldapat membuat rileks, mengantar tidur pulas, tapi bahan ini bisa membuat orang kecanduan. Begitu tidak menggunakannya lagi akan timbul efek kebalikannya yaitu tetap terjaga. Di sisi lain, alkohol juga menguras vitamin B yang mendukung sistem saraf.
4. Pilih waktu berolah raga pada petang hari, hindari melakukan kegiatan ini kala malam. Olah raga akan menyebabkan adrenalin terpompa, mengakibatkan orang jadi terjaga.
5. Biasakan melakukan relaksasi, salah satunya dengan membaca bacaan ringan sebelum tidur.
6. Minum susu hangat.
Susu kaya akan asam aminotriptofan. Meningkatnya kadar triptofan di dalam otak akan berdampak pada peningkatan produksi serotonin, yang membuat pikiran menjadi santai, dan memancing timbulnya kantuk.
7. Jus selada.
Selada bermanfaat dalam pengobatan insomnia sebab kandungan zat penyebab kantuk yang disebut lectucarium. Disebutkan Bakhru dalam "FoodsThat Heal: The Natural Way To Good Health", unsur ini memiliki kesamaan efek, sebagai sedatif, sama dengan opium namun tanpa menimbulkan rangsangan yang berlebihan. Cara penggunannya, menurut Culpepper, herbalis Inggris zaman baheula, dengan mencampur jus selada dan minyak bunga ros, lalu diurutkan pada dahi serta pelipis. Cara lain yaitu dengan meminum air rebusan bijinya.
8. Tetesan lavender. Dr. Bud Rickhi, Associate Professor of Medicine di University of Calgary sertadirektur "The Research Centre for Alternative Medicine", berdasar hasil risetnya, menyarankan lavender untuk mengatasi insomnia. Lavender merupakan tanaman yang bisa memengaruhi nervous system, meningkatkan aktivitas gelombang alpha di otak dan membuat tubuh lebih santai. Cara penggunaan pun terbilang sederhana, cukup dengan meneteskan beberapa tetes minyak lavender pada bantal sebelum pergi tidur, kemudian nikmati semerbak wanginya.(elsa)
[Info Nutrisi]
Tidur berguna untuk pemulihan jaringan tubuh yang letih dan rusak. Kurang tidur akan menyebabkan proses pergantian sel-sel, termasuk sel darah merah, terganggu, mengakibatkan jumlah sel berkurang. Dampak serius yang biasanya terjadi adalah turunnya produktivitas. Selain sering mengantuk di siang hari, penderita insomnia atau sulit tidur, kerap tidak dapat memberikan pertimbangan untuk mengatasi masalah, menjadi pribadi yang sensitif, mudah terusik, bahkan oleh hal-hal kecil. Insomnia bisa terjadi karena berbagai hal, karenanya diperlukan beragam upaya untuk menanggulanginya.
1. Hindari kebiasaan tidur siang, terutama jika berlebihan, sebab akan mengurangi waktu tidur di malam hari.
2. Malam hari bukan waktu yang tepat untuk minum minuman berkafein, apalagi dibarengi merokok. Kafein dapat menggenjot denyut jantung, membuat sigap, memaksa mata untuk terjaga. Sedangkan nikotin bersifat neurostimulan yang "menodong" otak untuk tak istirahat. Agar gampang tidur, pecandu kopi sebaiknya menghabiskan cangkir terakhirnya sebelum pukul 3 petang. Bagi para perokok, usahakan batang rokok terakhir maksimal tiga jam sebelum tidur.
3. Jauhi alkohol. Meski dalam dosis ringan alkoho ldapat membuat rileks, mengantar tidur pulas, tapi bahan ini bisa membuat orang kecanduan. Begitu tidak menggunakannya lagi akan timbul efek kebalikannya yaitu tetap terjaga. Di sisi lain, alkohol juga menguras vitamin B yang mendukung sistem saraf.
4. Pilih waktu berolah raga pada petang hari, hindari melakukan kegiatan ini kala malam. Olah raga akan menyebabkan adrenalin terpompa, mengakibatkan orang jadi terjaga.
5. Biasakan melakukan relaksasi, salah satunya dengan membaca bacaan ringan sebelum tidur.
6. Minum susu hangat.
Susu kaya akan asam aminotriptofan. Meningkatnya kadar triptofan di dalam otak akan berdampak pada peningkatan produksi serotonin, yang membuat pikiran menjadi santai, dan memancing timbulnya kantuk.
7. Jus selada.
Selada bermanfaat dalam pengobatan insomnia sebab kandungan zat penyebab kantuk yang disebut lectucarium. Disebutkan Bakhru dalam "FoodsThat Heal: The Natural Way To Good Health", unsur ini memiliki kesamaan efek, sebagai sedatif, sama dengan opium namun tanpa menimbulkan rangsangan yang berlebihan. Cara penggunannya, menurut Culpepper, herbalis Inggris zaman baheula, dengan mencampur jus selada dan minyak bunga ros, lalu diurutkan pada dahi serta pelipis. Cara lain yaitu dengan meminum air rebusan bijinya.
8. Tetesan lavender. Dr. Bud Rickhi, Associate Professor of Medicine di University of Calgary sertadirektur "The Research Centre for Alternative Medicine", berdasar hasil risetnya, menyarankan lavender untuk mengatasi insomnia. Lavender merupakan tanaman yang bisa memengaruhi nervous system, meningkatkan aktivitas gelombang alpha di otak dan membuat tubuh lebih santai. Cara penggunaan pun terbilang sederhana, cukup dengan meneteskan beberapa tetes minyak lavender pada bantal sebelum pergi tidur, kemudian nikmati semerbak wanginya.(elsa)
[Info Nutrisi]
Rabu, 04 Oktober 2006
Asam Urat, Pantang Jeroan
PENDERITA Gout atau yang dikenal dengan asam urat dianjurkan tidak mengonsumsi makanan tertentu. Pantangan ini jatuh pada makanan yang tinggi purin, seperti pada jeroan, kacang-kacangan, dan kerang.
Jangan sepelekan anjuran dari dokter. Pasalnya, jika penderita bandel, serangan asam urat akan menanti penderitanya.
Dr Faridin Sp PD mengutarakan artritis gout muncul sebagai serangan peradangan sendi yang timbul berulang-ulang. Gejala khas dari serangan artritisgout ialah pembengkakan, kemerahan, nyeri hebat, panas dan gangguan gerak dari sendi yang terserang yang terjadi mendadak (akut) yang mencapai puncaknya kurang dari 24 jam.
Hampir 90 persen serangan pertama terjadi pada sendi ibu jari kaki. Di antara 2 serangan artritis maka pasien merasa sehat dan tanpa gejala.
Asam urat ini kata konsultan penyakit rematik/sendi ini merupakan hasil akhir dari metabolisme purin. Purin ini adalah protein yang termasuk dalam golongan nukleoprotein.
Purin dapat berasal dari makanan dan dari sel tubuh sendiri. Umumnya darah manusia dapat menampung asamurat sampai tingkat tertentu.
Bila asam urat dalam darah berlebihan maka darah tidak mampu lagi menampung asam urat dan harus dibuang ke berbagai organ terutama pada sendi dan ginjal. Padasendi, asam urat akan mengendap sebagai kristal monosodium urat yang akan mengakibatkan radang sendi akut (artritis akut).
Sedangkan, pada ginjal akan mengakibatkan terjadinya batu ginjal/saluran kemih dan penyumbatan saringan ginjal (glomerulus). Ini disebut, nefropati gout.
Nah, karena salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan asam urat adalah makanan yang mengandung purin, maka penderita dianjurkan menghindarinya. Makanan yang mengandung banyak purin itu, yaitu150-180 mg/100 g bahan makanan, seperti hati, ginjal, jantung, limpa, paru, otak, sarden, ekstrak daging.
Begitupun dengan makanan yang mengandung purin 50-150mg/100 gr bahan makanan, seperti daging , ikan, kerang, kacang-kacangan, kacang buncis, kembang kol, bayam, asparagus dan jamur, sehingga makanan ini harus dibatasi.
"Selain itu diketahui pula bahwa alkohol dapatmenyebabkan pembuangan asam urat dalam urin terganggu, sehingga semua makanan dan minuman yang mengandung alkohol harus dipantangi," kata dokter yang bertugasdi RS Wahidin ini.
[Info Nutrisi]
Jangan sepelekan anjuran dari dokter. Pasalnya, jika penderita bandel, serangan asam urat akan menanti penderitanya.
Dr Faridin Sp PD mengutarakan artritis gout muncul sebagai serangan peradangan sendi yang timbul berulang-ulang. Gejala khas dari serangan artritisgout ialah pembengkakan, kemerahan, nyeri hebat, panas dan gangguan gerak dari sendi yang terserang yang terjadi mendadak (akut) yang mencapai puncaknya kurang dari 24 jam.
Hampir 90 persen serangan pertama terjadi pada sendi ibu jari kaki. Di antara 2 serangan artritis maka pasien merasa sehat dan tanpa gejala.
Asam urat ini kata konsultan penyakit rematik/sendi ini merupakan hasil akhir dari metabolisme purin. Purin ini adalah protein yang termasuk dalam golongan nukleoprotein.
Purin dapat berasal dari makanan dan dari sel tubuh sendiri. Umumnya darah manusia dapat menampung asamurat sampai tingkat tertentu.
Bila asam urat dalam darah berlebihan maka darah tidak mampu lagi menampung asam urat dan harus dibuang ke berbagai organ terutama pada sendi dan ginjal. Padasendi, asam urat akan mengendap sebagai kristal monosodium urat yang akan mengakibatkan radang sendi akut (artritis akut).
Sedangkan, pada ginjal akan mengakibatkan terjadinya batu ginjal/saluran kemih dan penyumbatan saringan ginjal (glomerulus). Ini disebut, nefropati gout.
Nah, karena salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan asam urat adalah makanan yang mengandung purin, maka penderita dianjurkan menghindarinya. Makanan yang mengandung banyak purin itu, yaitu150-180 mg/100 g bahan makanan, seperti hati, ginjal, jantung, limpa, paru, otak, sarden, ekstrak daging.
Begitupun dengan makanan yang mengandung purin 50-150mg/100 gr bahan makanan, seperti daging , ikan, kerang, kacang-kacangan, kacang buncis, kembang kol, bayam, asparagus dan jamur, sehingga makanan ini harus dibatasi.
"Selain itu diketahui pula bahwa alkohol dapatmenyebabkan pembuangan asam urat dalam urin terganggu, sehingga semua makanan dan minuman yang mengandung alkohol harus dipantangi," kata dokter yang bertugasdi RS Wahidin ini.
[Info Nutrisi]
Langganan:
Postingan (Atom)