DEFINISI
Endometriosis adalah suatu penyakit dimana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, padahal dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim.
Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut.
Endometrium yang salah tempat ini biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim.
Endometrium juga bisa melekat pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran yang menghubungan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut di dalam perut atau lapisan rongga dada.
Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam paru-paru.
Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan).
Faktor lain yang meningkatkan resiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia diatas 30 tahun dan kulit putih.
Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja.
Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.
PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi beberapa ahli mengemukakan teori berikut:
1. Teori menstruasi retrograd (menstruasi yang bergerak mundur)
Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke tuba falopii lalu masuk ke dalam panggul atau perut dan tumbuh di dalam rongga panggul/perut.
2. Teori sistem kekebalan
Kelainan sistem kekebalan menyebabkan jaringan menstruasi tumbuh di daerah selain rahim.
3. Teori genetik Keluarga tertentu memiliki faktor tertentu yang menyebabkan kepekaan yang tinggi terhadap endometriosis.
Setiap bulan ovarium menghasilkan hormon yang merangsang sel-sel pada lapisan rahim untuk membengkak dan menebal (sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan). Endometriosis juga memberikan respon yang sama terhadap sinyal ini, tetapi mereka tidak mampu memisahkan dirinya dari jaringan dan terlepas selama menstruasi. Kadang terjadi perdarahan ringan tetapi akan segera membaik dan kembali dirangsang pada siklus menstruasi berikutnya.
Proses yang berlangsung terus menerus ini menyebabkan pembentukan jaringan parut dan perlengketan di dalam tuba dan ovarium, serta di sekitar fimbrie tuba. Perlengketan ini bisa menyebabkan pelepasan sel telur dari ovarium ke dalam tuba falopii terganggu atau tidak terlaksana. Selain itu, perlengketan juga bisa menyebabkan terhalangnya perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju ke rahim.
Resiko tinggi terjadinya endometriosis ditemukan pada:
· Wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis
· Siklus menstuasi 27 hari atau kurang
· Menarke (menstruasi yang pertama) terjadi lebih awal
· Menstruasi berlangsung selama 7 hari atau lebih
· Orgasme ketika menstruasi.
GEJALA
Endometriosis bisa menyebabkan:
· Nyeri di perut bagian bawah dan di daerah panggul
· Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spotting sebelum menstruasi)
· Kemandulan
· Dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).
Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih.
Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma).
Kadang endometrioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba.
Kadang tidak ditemukan gejala sama sekali.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan lunak yang seringkali ditemukan di dinding belakang vagina atau di daerah ovarium.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
· Laparoskopi
· Biopsi endometrium
· USG rahim
· Barium enema
· CT scan atau MRI perut. PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada gejala, rencana kehamilan, usia penderita dan beratnya penyakit.
Obat-obatan yang dapat menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium adalah pil KB kombinasi, progestin, danazole dan agonis GnRH.
Agonis GnRH adalah zat yang pada mulanya merangsang pelepasan hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisa, tetapis elelah diberikan lebih dari beberapa minggu akan menekan pelepasan gonadotropin. .
Pada endometriosis sedang atau berat mungkin perlu dilakukan pembedahan. Endometriosis diangkat sebanyak mungkin, yang seringkali dilakukan pada prosedur laparoskopi.
Pembedahan biasanya dilakukan pada kasus berikut:
- bercak jaringan endometrium memiliki garis tengah yang lebih besar dari 3,8-5 cm
- perlengketan yang berarti di perut bagian bawah atau panggul
- jaringan endometrium menyumbat salah satu atau kedua tuba
- jaringan endometrium menyebabkan nyeri perut atau panggul yang sangat hebat, yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan.
Untuk membuang jaringan endometrium kadang digunakan elektrokauter atau sinar laser.
Tetapi pembedahan hanya merupakan tindakan sementara, karena endometriosis sering berulang.
Ovarektomi (pengangkatan ovarium) dan histerektomi (pengangkatan rahim) hanya dilakukan jika nyeri perut atau panggul tidak dapat dihilangkan dengan obat-obatan dan penderita tidak ada rencana untuk hamil lagi.
Setelah pembedahan, diberikan terapi sulih estrogen. Terapi bisa dimulai segera setelah pembedahan atau jika jaringan endometrium yang tersisa masih banyak, maka terapi baru dilakukan 4-6 bulan setelah pembedahan.
Pilihan pengobatan untuk endometriosis:
1. Obat-obatan yang menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium
2. Pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin endometriosis
3. Kombinasi obat-obatan dan pembedahan
4. Histerektomi, seringkali disertai dengan pengangkatan tuba falopii dan ovarium.
Obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati endometriosis
Obat Efek samping
Pil KB kombinasi estrogen-progestin Pembengkakan perut, nyeri payudara, peningkatan nafsu makan, pembengkakan pergelangan kaki, mual, perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, trombosis vena dalam
Progestin Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, perubahan suasana hati, depresi, vaginitis atrofika
Danazole Penambahan berat badan, suara lebih berat, pertumbuhan rambut, hot flashes, vagina kering, pembengkakan pergelangan kaki, kram otot, perdarahan diantara 2 siklus, payudara mengecil, perubahan suasana hati, kelainan fungsi hati, sindroma terowongan karpal
Agonis GnRH Hot flashes, vagina kering, pengeroposan tulang, perubahan suasana hati
Senin, 11 Oktober 2010
Daun Sembung Kikis Bronkitis
Selama 8 tahun suara batuk itu menyayat hati. Wajah Icin tampak merah kebiruan menahan sakit. Tubuhnya pun membungkuk untuk mengurangi nyeri di dada. Sesekali napasnya terengah-engah. Panas tinggi, sesak napas, serta batuk berdahak benar-benar menyiksa hidupnya. Wanita asal Bandung itu memang divonis mengidap bronkitis akut. Infeksi cabang tenggorokan yang ia alami telah menahun. Lendir kental kehijauan selalu membanjiri saluran pernapasannya. Setiap 5-10 menit, batuk berdahak menghujam tenggorokannya. Alhasil sepanjang hari, ibu 8 anak itu hanya duduk terkulai lemas. Seluruh badannya terasa remuk. "Memasak pun kadang tak sanggup," katanya. Kegiatan sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga terbengkalai. Selain bronkitis, Icin menderita darah tinggi, jantung, dan asam urat, sehingga ibu kelahiran 1929 itu tak mampu bergerak leluasa. Sesak napas akibat batuk membuatnya harus rebahan sambil menahan nyeri di dada. "Berjalan 5 m saja, saya terengah-engah," tutur Icin.
Bukan tanpa usaha ia menghadapi penderitaan. Hampir seluruh dokter di daerahnya, Majalaya, telah didatangi. Setiap minggu sekali Icin kontrol ke rumah sakit. Rawat inap pun pernah dijalani di RS Hasan Sadikin, Bandung. "Ibu tak sanggup kalau terus-terusan berobat. Obatnya mahal, minimal Rp300-ribu sekali berobat. Itu pun hanya 1/2 resep saja," kata Ia Maria, anak bungsunya, yang biasa menebus resep.
Namun, semua biaya itu tak dihiraukan demi kesembuhan. Sampai-sampai sawah warisan keluarga rela dijual untuk biaya pengobatan. Tanah miliknya seluas 20 tumbak (280 m2, red) di Rancaekek, Bandung juga dilepas sebagai ongkos pemeriksaan dokter dan menebus obat. Celakanya, kesembuhan yang ia dambakan tak kunjung datang. Malah peradangan pada batang tenggorokan semakin menjadi. Daya tahan tubuhnya turun drastis. Wanita bercucu 11 itu menjalani hari-hari dengan kenelangsaan.
Berkat sembung
Hingga akhirnya, 2 bulan lalu Ia Maria, si bungsu yang kuliah di Bandung, mengabari ramuan daun sembung bisa digunakan untuk pengobatan bronkitis. Icin pun segera mencarinya di sekitar rumah. Sayang Blumea balsamifera itu tidak ditemukan walau dicari hingga ke Solokan Garut, Majalaya.
Berprinsip pantang menyerah, Icin meminta si bungsu untuk mencari tanaman anggota keluarga Asteraceae itu di Bandung. Mulai dari kos-kosan, lingkungan kampus STKIP hingga Bale Endah, ditelusuri untuk mendapatkan daun sembung. Berhasil. Ia memperoleh ramuan daun sembung dalam bentuk cairan dari pengobat, Sarah Kriswanti. Si bungsu membeli 2 botol yang masing-masing berisi 1 liter.
Icin kemudian mencoba ramuan itu. Ia meminumnya setelah dihangatkan, 2 seloki atau 1/3 gelas sekali minum. Rasa hangat menjalar di tenggorokannya. "Sanajan pait saeutik tapina haneut kana awak jeung tikoro (Walaupun sedikit pahit tetapi hangat di badan dan tenggorokan, red)," kata Icin.
Selama 2 minggu Icin rutin meminumnya, 3 kali sehari setelah makan. Khasiat ramuan itu mulai dirasakan istri H Adang As'ad itu. "Sejak minum ramuan daun sembung badan ibu agak enak," ucap Ia Maria kepada Trubus. Batuk berdahak disertai sesak napas pun sirna.
Dokter spesialis
Begitu pula dengan Arda. Sejak 2 bulan lalu, siswa kelas 1 SD Darul Hikam itu divonis terkena bronkitis. Batuk disertai demam tinggi sepanjang malam membuat anak itu tampak kurus. "Bobot badannya turun drastis sejak batuk-batuk," papar ibunya. Saat tengah malam, erangan kesakitan Arda memuncak. Batuk kering memecah keheningan malam. "Buuu�perut Arda sakiit, bu�," rintih Arda di sela-sela batuknya.
Keesokan hari, ibunya memeriksakan Arda ke dokter spesialis anak. "Ini sudah ke-16 kalinya Arda berobat. Sekali berobat minimal Rp150-ribu untuk dokter saja," paparnya. Itu dilakukan tiap 3 hari sekali selama 2 bulan nonstop. Berbagai macam obat batuk pun telah dicobakan untuk putranya. Namun, hasilnya nihil, batuk Arda tak kunjung reda.
Oleh karena itu kesedihan Nia, sang ibu, tak dapat disembunyikan. Terkadang tangisan menyeruak tatkala menatap wajah anak 7 tahun itu yang pucat dan tampak kecapekan saat batuk. Sesaat setelah batuk Arda pun duduk terkulai lemas. "Dada dan perut sakit sekali kalo batuk. Capek banget, " ucapnya polos sambil memegang dadanya yang nyeri.
Tanpa sengaja, ibu yang bekerja di Dinas Pertanian Bandung itu bertemu dengan Sarah Kriswanti dalam sebuah perhelatan. Ia pun berkeluh-kesah mengenai kesehatan anaknya. Pengobat di Bandung itu memberikan resep daun sembung. Hanya dalam 2 hari, kesehatan Arda berangsur pulih.
Ramuan daun sembung ia minum 3 kali sehari sebanyak 1 seloki. "Ramuan itu memang mujarab. Arda betul-betul terbebas dari batuk," kata ibu beranak 2 itu sembari mengusap sayang kepala Arda. Sejak saat itu, Nia tak pernah lagi mendengar Arda batuk-batuk. Meminum obat pun ditinggalkan, termasuk antibiotik. Dokter spesialis yang biasa menangani hanya tersenyum menyaksikan kesembuhan Arda.
Gunung Wayang
Menurut Sarah, ramuan itu dibuat dari campuran daun sembung kering 15 g, adas manis 1 sendok teh muncung, cengkih 4 butir, sebatang kayu manis 3 cm, kapulaga india 10 butir, kemukus 4 butir, dan gula aren serta garam secukupnya. Setiap orang bisa membuat sendiri. Toh bahanbahannya dengan mudah ditemukan di sekitar tempat tinggal. "Semua tersedia di alam. Murah dan mudah didapatkan," kata Sarah Kriswanti.
Tanaman sembung banyak ditemukan liar di alam. "Di tanah berpasir, pinggir kali sampai di gunung pun ada," kata Sarah. Untuk menolong penderita bronkitis, ia sendiri mengambil daun sembung dari Gunung Wayang, Sumedang Utara. Di sana, tanaman perdu itu tumbuh subur.
Semua bahan direbus dalam 600 cc air selama 15 menit dalam panci tertutup. "Selama direbus, panci tidak boleh dibuka agar kandungan minyak asiri tidak menguap keluar," tuturnya. Minyak asiri sangat berguna untuk mempercepat kesembuhan. Hasil rebusan diminum 3 kali sehari sesudah makan: pagi, siang, dan malam menjelang tidur. Untuk dewasa, ramuan diminum dengan dosis 2 seloki atau 1/3 gelas. Sedangkan untuk anak-anak cukup 1 seloki; balita cukup 1 sendok makan.
Minggu, 10 Oktober 2010
Penyakit Crohn
DEFINISI
Penyakit Crohn (Enteritis Regionalis, Ileitis Granulomatosa, Ileokolitis) adalah peradangan menahun pada dinding usus.
Penyakit ini mengenai seluruh ketebalan dinding usus. Kebanyakan terjadi pada bagian terendah dari usus halus (ileum) dan usus besar, namun dapat terjadi pada bagian manapun dari saluran pencernaan, mulai dari mulut sampai anus, dan bahkan kulit sekitar anus.
Pada beberapa dekade yang lalu, penyakit Crohn lebih sering ditemukan di negara barat dan negara berkembang. Terjadi pada pria dan wanita, lebih sering pada bangsa Yahudi, dan cenderung terjadi pada keluarga yang juga memiliki riwayat kolitis ulserativa.
Kebanyakan kasus muncul sebelum umur 30 tahun, paling sering dimulai antara usia 14-24 tahun.
Penyakit ini mempengaruhi daerah tertentu dari usus, kadang terdapat daerah normal diantara daerah yang terkena.
Pada sekitar 35 % dari penderita penyakit Crohn, hanya ileum yang terkena. Pada sekitar 20%, hanya usus besar yang terkena. Dan pada sekitar 45 %, ileum maupun usus besar terkena.
PENYEBAB
Penyebab penyakit Crohn tidak diketahui.
Penelitian memusatkan perhatian pada tiga kemungkinan penyebabnya, yaitu:
- Kelainan fungsi sistim pertahanan tubuh
- Infeksi
- Makanan.
GEJALA
Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah diare menahun, nyeri kram perut, demam, nafsu makan berkurang dan penurunan berat badan.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan benjolan atau rasa penuh pada perut bagian bawah, lebih sering di sisi kanan.
Komplikasi yang sering terjadi dari peradangan ini adalah penyumbatan usus, saluran penghubung yang abnormal (fistula) dan kantong berisi nanah (abses).
Fistula bisa menghubungkan dua bagian usus yang berbeda. Fistula juga bisa menghubungkan usus dengan kandung kemih atau usus dengan permukaan kulit, terutama kulit di sekitar anus.
Adanya lobang pada usus halus (perforasi usus halus) merupakan komplikasi yang jarang terjadi.
Jika mengenai usus besar, sering terjadi perdarahan rektum. Setelah beberapa tahun, resiko menderita kanker usus besar meningkat.
Sekitar sepertiga penderita penyakit Crohn memiliki masalah di sekitar anus, terutama fistula dan lecet (fissura) pada lapisan selaput lendir anus.
Penyalit Crohn dihubungkan dengan kelainan tertentu pada bagian tubuh lainnya, seperti batu empedu, kelainan penyerapan zat gizi dan penumpukan amiloid (amiloidosis).
Bila penyakit Crohn menyebabkan timbulnya gejala-gejala saluran pencernaan, penderita juga bisa mengalami :
- peradangan sendi (artritis)
- peradangan bagian putih mata (episkleritis)
- luka terbuka di mulut (stomatitis aftosa)
- nodul kulit yang meradang pada tangan dan kaki (eritema nodosum) dan
- luka biru-merah di kulit yang bernanah (pioderma gangrenosum).
Jika penyakit Crohn tidak menyebabkan timbulnya gejala-gejala saluran pencernaan, penderita masih bisa mengalami :
- peradangan pada tulang belakang (spondilitis ankilosa)
- peradangan pada sendi panggul (sakroiliitis)
- peradangan di dalam mata (uveitis) dan
- peradangan pada saluran empedu (kolangitis sklerosis primer).
Pada anak-anak, gejala-gejala saluran pencernaan seperti sakit perut dan diare sering bukan merupakan gejala utama dan bisa tidak muncul sama sekali.
Gejala utamanya mungkin berupa peradangan sendi, demam, anemia atau pertumbuhan yang lambat.
Pola umum dari penyakit Crohn
Gejala-gejala penyakit Crohn pada setiap penderitanya berbeda, tetapi ada 4 pola yang umum terjadi, yaitu :
1. Peradangan : nyeri dan nyeri tekan di perut bawah sebelah kanan
2. Penyumbatan usus akut yang berulang, yang menyebabkan kejang dan nyeri hebat di dinding usus, pembengkakan perut, sembelit dan muntah-muntah
3. Peradangan dan penyumbatan usus parsial menahun, yang menyebabkan kurang gizi dan kelemahan menahun
4. Pembentukan saluran abnormal (fistula) dan kantung infeksi berisi nanah (abses), yang sering menyebabkan demam, adanya massa dalam perut yang terasa nyeri dan penurunan berat badan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya kram perut yang terasa nyeri dan diare berulang, terutama pada penderita yang juga memiliki peradangan pada sendi, mata dan kulit.
Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendeteksi penyakit Crohn, namun pemeriksaan darah bisa menunjukan adanya:
- anemia
- peningkatan abnormal dari jumlah sel darah putih
- kadar albumin yang rendah
- tanda-tanda peradangan lainnya.
Barium enema bisa menunjukkan gambaran yang khas untuk penyakit Crohn pada usus besar.
Jika masih belum pasti, bisa dilakukan pemeriksaan kolonoskopi (pemeriksaan usus besar) dan biopsi untuk memperkuat diagnosis.
CT scan bisa memperlihatkan perubahan di dinding usus dan menemukan adanya abses, namun tidak digunakan secara rutin sebagai pemeriksaan diagnostik awal.
PENGOBATAN
Pengobatan ditujukan untuk membantu mengurangi peradangan dan meringankan gejalanya.
Kram dan diare bisa diatasi dengan obat-obat antikolinergik, difenoksilat, loperamide, opium yang dilarutkan dalam alkohol dan codein. Obat-obat ini diberikan per-oral (melalui mulut) dan sebaiknya diminum sebelum makan.
Untuk membantu mencegah iritasi anus, diberikan metilselulosa atau preparat psillium, yang akan melunakkan tinja.
Sering diberikan antibiotik berspektrum luas.
Antibiotik metronidazole bisa membantu mengurangi gejala penyakit Crohn, terutama jika mengenai usus besar atau menyebabkan terjadinya abses dan fistula sekitar anus.
Penggunaan metronidazole jangka panjang dapat merusak saraf, menyebabkan perasaan tertusuk jarum pada lengan dan tungkai. Efek samping ini biasanya menghilang ketika obatnya dihentikan, tapi penyakit Crohn sering kambuh kembali setelah obat ini dihentikan.
Sulfasalazine dan obat lainnya dapat menekan peradangan ringan, terutama pada usus besar. Tetapi obat-obat ini kurang efektif pada penyakit Crohn yang kambuh secara tiba-tiba dan berat.
Kortikosteroid (misalnya prednisone), bisa menurunkan demam dan mengurangi diare, menyembuhkan sakit perut dan memperbaiki nafsu makan dan menimbulkan perasaan enak. Tetapi penggunaan kortikosteroid jangka panjang memiliki efek samping yang serius. Biasanya dosis tinggi dipakai untuk menyembuhkan peradangan berat dan gejalanya, kemudian dosisnya diturunkan dan obatnya dihentikan sesegera mungkin.
Obat-obatan seperti azatioprin dan mercaptopurine, yang merubah kerja dari sistim kekebalan tubuh, efektif untuk penyakit Crohn yang tidak memberikan respon terhadap obat-obatan lain dan terutama digunakan untuk mempertahankan waktu remisi (bebas gejala) yang panjang.
Obat ini mengubah keadaan penderita secara keseluruhan, menurunkan kebutuhan akan kortikosteroid dan sering menyembuhkan fistula.Tetapi obat ini sering tidak memberikan keuntungan selama 3-6 bulan dan bisa menyebabkan efek samping yang serius. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang ketat terhadap kemungkinan terjadinya alergi, peradangan pankreas (pankreatitis) dan penurunan jumlah sel darah putih.
Formula diet yang ketat, dimana masing-masing komponen gizinya diukur dengan tepat, bisa memperbaiki penyumbatan usus atau fistula, minimal untuk waktu yang singkat dan juga dapat membantu pertumbuhan anak-anak. Diet ini bisa dicoba sebelum pembedahan atau bersamaan dengan pembedahan.
Kadang-kadang zat makanan diberikan melalui infus, untuk mengkompensasi penyerapan yang buruk, yang sering terjadi pada penyakit Crohn.
Bila usus tersumbat atau bila abses atau fistula tidak menyembuh, mungkin dibutuhkan pembedahan.
Pembedahan untuk mengangkat bagian usus yang terkena dapat meringankan gejala namun tidak menyembuhkan penyakitnya.
Peradangan cenderung kambuh di daerah sambungan usus yang tertinggal. Pada hampir 50% kasus, diperlukan pembedahan kedua. Karena itu, pembedahan dilakukan hanya bila timbul komplikasi atau terjadi kegagalan terapi dengan obat.
PROGNOSIS
Beberapa penderita sembuh total setelah suatu serangan yang mengenai usus halus. Tetapi penyakit Crohn biasanya muncul lagi dengan selang waktu tidak teratur sepanjang hidup penderita. Kekambuhan ini bisa bersifat ringan atau berat, bisa sebentar atau lama.
Mengapa gejalanya datang dan pergi dan apa yang memicu episode baru atau yang menentukan keganasannya tidak diketahui.
Peradangan cenderung berulang pada daerah usus yang sama, namun bisa menyebar pada daerah lain setelah daerah yang pernah terkena diangkat melalui pembedahan.
Penyakit Crohn biasanya tidak berakibat fatal. Tetapi beberapa penderita meninggal karena kanker saluran pencernaan yang timbul pada penyakit Crohn yang menahun.
Penyakit Crohn (Enteritis Regionalis, Ileitis Granulomatosa, Ileokolitis) adalah peradangan menahun pada dinding usus.
Penyakit ini mengenai seluruh ketebalan dinding usus. Kebanyakan terjadi pada bagian terendah dari usus halus (ileum) dan usus besar, namun dapat terjadi pada bagian manapun dari saluran pencernaan, mulai dari mulut sampai anus, dan bahkan kulit sekitar anus.
Pada beberapa dekade yang lalu, penyakit Crohn lebih sering ditemukan di negara barat dan negara berkembang. Terjadi pada pria dan wanita, lebih sering pada bangsa Yahudi, dan cenderung terjadi pada keluarga yang juga memiliki riwayat kolitis ulserativa.
Kebanyakan kasus muncul sebelum umur 30 tahun, paling sering dimulai antara usia 14-24 tahun.
Penyakit ini mempengaruhi daerah tertentu dari usus, kadang terdapat daerah normal diantara daerah yang terkena.
Pada sekitar 35 % dari penderita penyakit Crohn, hanya ileum yang terkena. Pada sekitar 20%, hanya usus besar yang terkena. Dan pada sekitar 45 %, ileum maupun usus besar terkena.
PENYEBAB
Penyebab penyakit Crohn tidak diketahui.
Penelitian memusatkan perhatian pada tiga kemungkinan penyebabnya, yaitu:
- Kelainan fungsi sistim pertahanan tubuh
- Infeksi
- Makanan.
GEJALA
Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah diare menahun, nyeri kram perut, demam, nafsu makan berkurang dan penurunan berat badan.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan benjolan atau rasa penuh pada perut bagian bawah, lebih sering di sisi kanan.
Komplikasi yang sering terjadi dari peradangan ini adalah penyumbatan usus, saluran penghubung yang abnormal (fistula) dan kantong berisi nanah (abses).
Fistula bisa menghubungkan dua bagian usus yang berbeda. Fistula juga bisa menghubungkan usus dengan kandung kemih atau usus dengan permukaan kulit, terutama kulit di sekitar anus.
Adanya lobang pada usus halus (perforasi usus halus) merupakan komplikasi yang jarang terjadi.
Jika mengenai usus besar, sering terjadi perdarahan rektum. Setelah beberapa tahun, resiko menderita kanker usus besar meningkat.
Sekitar sepertiga penderita penyakit Crohn memiliki masalah di sekitar anus, terutama fistula dan lecet (fissura) pada lapisan selaput lendir anus.
Penyalit Crohn dihubungkan dengan kelainan tertentu pada bagian tubuh lainnya, seperti batu empedu, kelainan penyerapan zat gizi dan penumpukan amiloid (amiloidosis).
Bila penyakit Crohn menyebabkan timbulnya gejala-gejala saluran pencernaan, penderita juga bisa mengalami :
- peradangan sendi (artritis)
- peradangan bagian putih mata (episkleritis)
- luka terbuka di mulut (stomatitis aftosa)
- nodul kulit yang meradang pada tangan dan kaki (eritema nodosum) dan
- luka biru-merah di kulit yang bernanah (pioderma gangrenosum).
Jika penyakit Crohn tidak menyebabkan timbulnya gejala-gejala saluran pencernaan, penderita masih bisa mengalami :
- peradangan pada tulang belakang (spondilitis ankilosa)
- peradangan pada sendi panggul (sakroiliitis)
- peradangan di dalam mata (uveitis) dan
- peradangan pada saluran empedu (kolangitis sklerosis primer).
Pada anak-anak, gejala-gejala saluran pencernaan seperti sakit perut dan diare sering bukan merupakan gejala utama dan bisa tidak muncul sama sekali.
Gejala utamanya mungkin berupa peradangan sendi, demam, anemia atau pertumbuhan yang lambat.
Pola umum dari penyakit Crohn
Gejala-gejala penyakit Crohn pada setiap penderitanya berbeda, tetapi ada 4 pola yang umum terjadi, yaitu :
1. Peradangan : nyeri dan nyeri tekan di perut bawah sebelah kanan
2. Penyumbatan usus akut yang berulang, yang menyebabkan kejang dan nyeri hebat di dinding usus, pembengkakan perut, sembelit dan muntah-muntah
3. Peradangan dan penyumbatan usus parsial menahun, yang menyebabkan kurang gizi dan kelemahan menahun
4. Pembentukan saluran abnormal (fistula) dan kantung infeksi berisi nanah (abses), yang sering menyebabkan demam, adanya massa dalam perut yang terasa nyeri dan penurunan berat badan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya kram perut yang terasa nyeri dan diare berulang, terutama pada penderita yang juga memiliki peradangan pada sendi, mata dan kulit.
Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendeteksi penyakit Crohn, namun pemeriksaan darah bisa menunjukan adanya:
- anemia
- peningkatan abnormal dari jumlah sel darah putih
- kadar albumin yang rendah
- tanda-tanda peradangan lainnya.
Barium enema bisa menunjukkan gambaran yang khas untuk penyakit Crohn pada usus besar.
Jika masih belum pasti, bisa dilakukan pemeriksaan kolonoskopi (pemeriksaan usus besar) dan biopsi untuk memperkuat diagnosis.
CT scan bisa memperlihatkan perubahan di dinding usus dan menemukan adanya abses, namun tidak digunakan secara rutin sebagai pemeriksaan diagnostik awal.
PENGOBATAN
Pengobatan ditujukan untuk membantu mengurangi peradangan dan meringankan gejalanya.
Kram dan diare bisa diatasi dengan obat-obat antikolinergik, difenoksilat, loperamide, opium yang dilarutkan dalam alkohol dan codein. Obat-obat ini diberikan per-oral (melalui mulut) dan sebaiknya diminum sebelum makan.
Untuk membantu mencegah iritasi anus, diberikan metilselulosa atau preparat psillium, yang akan melunakkan tinja.
Sering diberikan antibiotik berspektrum luas.
Antibiotik metronidazole bisa membantu mengurangi gejala penyakit Crohn, terutama jika mengenai usus besar atau menyebabkan terjadinya abses dan fistula sekitar anus.
Penggunaan metronidazole jangka panjang dapat merusak saraf, menyebabkan perasaan tertusuk jarum pada lengan dan tungkai. Efek samping ini biasanya menghilang ketika obatnya dihentikan, tapi penyakit Crohn sering kambuh kembali setelah obat ini dihentikan.
Sulfasalazine dan obat lainnya dapat menekan peradangan ringan, terutama pada usus besar. Tetapi obat-obat ini kurang efektif pada penyakit Crohn yang kambuh secara tiba-tiba dan berat.
Kortikosteroid (misalnya prednisone), bisa menurunkan demam dan mengurangi diare, menyembuhkan sakit perut dan memperbaiki nafsu makan dan menimbulkan perasaan enak. Tetapi penggunaan kortikosteroid jangka panjang memiliki efek samping yang serius. Biasanya dosis tinggi dipakai untuk menyembuhkan peradangan berat dan gejalanya, kemudian dosisnya diturunkan dan obatnya dihentikan sesegera mungkin.
Obat-obatan seperti azatioprin dan mercaptopurine, yang merubah kerja dari sistim kekebalan tubuh, efektif untuk penyakit Crohn yang tidak memberikan respon terhadap obat-obatan lain dan terutama digunakan untuk mempertahankan waktu remisi (bebas gejala) yang panjang.
Obat ini mengubah keadaan penderita secara keseluruhan, menurunkan kebutuhan akan kortikosteroid dan sering menyembuhkan fistula.Tetapi obat ini sering tidak memberikan keuntungan selama 3-6 bulan dan bisa menyebabkan efek samping yang serius. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang ketat terhadap kemungkinan terjadinya alergi, peradangan pankreas (pankreatitis) dan penurunan jumlah sel darah putih.
Formula diet yang ketat, dimana masing-masing komponen gizinya diukur dengan tepat, bisa memperbaiki penyumbatan usus atau fistula, minimal untuk waktu yang singkat dan juga dapat membantu pertumbuhan anak-anak. Diet ini bisa dicoba sebelum pembedahan atau bersamaan dengan pembedahan.
Kadang-kadang zat makanan diberikan melalui infus, untuk mengkompensasi penyerapan yang buruk, yang sering terjadi pada penyakit Crohn.
Bila usus tersumbat atau bila abses atau fistula tidak menyembuh, mungkin dibutuhkan pembedahan.
Pembedahan untuk mengangkat bagian usus yang terkena dapat meringankan gejala namun tidak menyembuhkan penyakitnya.
Peradangan cenderung kambuh di daerah sambungan usus yang tertinggal. Pada hampir 50% kasus, diperlukan pembedahan kedua. Karena itu, pembedahan dilakukan hanya bila timbul komplikasi atau terjadi kegagalan terapi dengan obat.
PROGNOSIS
Beberapa penderita sembuh total setelah suatu serangan yang mengenai usus halus. Tetapi penyakit Crohn biasanya muncul lagi dengan selang waktu tidak teratur sepanjang hidup penderita. Kekambuhan ini bisa bersifat ringan atau berat, bisa sebentar atau lama.
Mengapa gejalanya datang dan pergi dan apa yang memicu episode baru atau yang menentukan keganasannya tidak diketahui.
Peradangan cenderung berulang pada daerah usus yang sama, namun bisa menyebar pada daerah lain setelah daerah yang pernah terkena diangkat melalui pembedahan.
Penyakit Crohn biasanya tidak berakibat fatal. Tetapi beberapa penderita meninggal karena kanker saluran pencernaan yang timbul pada penyakit Crohn yang menahun.
Herpes Genitalis
DEFINISI
Herpes Genitalis adalah suatu penyakit menular seksual di daerah kelamin, kulit di sekeliling rektum atau daerah di sekitarnya yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.
PENYEBAB
Penyebabnya adalah virus herpes simpleks.
Ada 2 jenis virus herpes simpleks yaitu HSV-1 dan HSV-2.
HSV-2 biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, sedangkan HSV-1 biasanya menginfeksi mulut. Kedua jenis virus herpes simpleks tersebut bisa menginfeksi kelamin, kulit di sekeliling rektum atau tangan (terutama bantalan kuku) dan bisa ditularkan ke bagian tubuh lainnya (misalnya permukaan mata).
Luka herpes biasanya tidak terinfeksi oleh bakteri, tetapi beberapa penderita juga memiliki organisme lainnya pada luka tersebut yang ditularkan secara seksual (misalnya sifilis atau cangkroid).
GEJALA
Gejala awalnya mulai timbul pada hari ke 4-7 setelah terinfeksi.
Gejala awal biasanya berupa gatal, kesemutann dan sakit. Lalu akan muncul bercak kemerahan yang kecil, yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang terasa nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar. Luka yang terbentuk biasanya menimbulkan nyeri dan membentuk keropeng.
Penderita bisa mengalami kesulitan dalam berkemih dan ketika berjalan akan timbul nyeri.
Luka akan membaik dalam waktu 10 hari tetapi bisa meninggalkan jaringan parut.
Kelenjar getah bening selangkangan biasanya agak membesar.
Gejala awal ini sifatnya lebih nyeri, lebih lama dan lebih meluas dibandingkan gejala berikutnya dan mungkin disertai dengan demam dan tidak enak badan.
Pada pria, lepuhan dan luka bisa terbentuk di setiap bagian penis, termasuk kulit depan pada penis yang tidak disunat. Pada wanita, lepuhan dan luka bisa terbentuk di vulva dan leher rahim. Jika penderita melakukan hubungan seksual melalui anus, maka lepuhan dan luka bisa terbentuk di sekitar anus atau di dalam rektum.
Pada penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita infeksi HIV), luka herpes bisa sangat berat, menyebar ke bagian tubuh lainnya, menetap selama beberapa minggu atau lebih dan resisten terhadap pengobatan dengan asiklovir.
Gejala-gejalanya cenderung kambuh kembali di daerah yang sama atau di sekitarnya, karena virus menetap di saraf panggul terdekat dan kembali aktif untuk kembali menginfeksi kulit.
HSV-2 mengalami pengaktivan kembali di dalam saraf panggul. HSV-1 mengalami pengaktivan kembali di dalam saraf wajah dan menyebabkan fever blister atau herpes labialis. Tetapi kedua virus bisa menimbulkan penyakit di kedua daerah tersebut.
Infeksi awal oleh salah satu virus akan memberikan kekebalan parsial terhadap virus lainnya, sehingga gejala dari virus kedua tidak terlalu berat.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
Untuk memperkuat diagnosa, diambil apusan dari luka dan dibiakkan di laboratorium.
Pemeriksaan darah bisa menunjukkan adanya antibodi terhadap virus.
PENGOBATAN
Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan herpes genitalis, tetapi pengobatan bisa memperpendek lamanya serangan.
Jumlah serangan bisa dikurangi dengan terus menerus mengkonsumsi obat anti-virus dosis rendah. Pengobatan akan efektif jika dimulai sedini mungkin, biasanya 2 hari setelah timbulnya gejala.
Asikovir atau obat anti-virus lainnya bisa diberikan dalam bentuk sediaan oral atau krim untuk dioleskan langsung ke luka herpes.
Obat ini mengurangi jumlah virus yang hidup di dalam luka sehingga mengurangi resiko penularan. Obat ini juga bisa meringankan gejala pada fase awal. Tetapi pengobatan dini pada serangan pertama tidak dapat mencegah kambuhnya penyakit ini.
Herpes Genitalis adalah suatu penyakit menular seksual di daerah kelamin, kulit di sekeliling rektum atau daerah di sekitarnya yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.
PENYEBAB
Penyebabnya adalah virus herpes simpleks.
Ada 2 jenis virus herpes simpleks yaitu HSV-1 dan HSV-2.
HSV-2 biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, sedangkan HSV-1 biasanya menginfeksi mulut. Kedua jenis virus herpes simpleks tersebut bisa menginfeksi kelamin, kulit di sekeliling rektum atau tangan (terutama bantalan kuku) dan bisa ditularkan ke bagian tubuh lainnya (misalnya permukaan mata).
Luka herpes biasanya tidak terinfeksi oleh bakteri, tetapi beberapa penderita juga memiliki organisme lainnya pada luka tersebut yang ditularkan secara seksual (misalnya sifilis atau cangkroid).
GEJALA
Gejala awalnya mulai timbul pada hari ke 4-7 setelah terinfeksi.
Gejala awal biasanya berupa gatal, kesemutann dan sakit. Lalu akan muncul bercak kemerahan yang kecil, yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang terasa nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar. Luka yang terbentuk biasanya menimbulkan nyeri dan membentuk keropeng.
Penderita bisa mengalami kesulitan dalam berkemih dan ketika berjalan akan timbul nyeri.
Luka akan membaik dalam waktu 10 hari tetapi bisa meninggalkan jaringan parut.
Kelenjar getah bening selangkangan biasanya agak membesar.
Gejala awal ini sifatnya lebih nyeri, lebih lama dan lebih meluas dibandingkan gejala berikutnya dan mungkin disertai dengan demam dan tidak enak badan.
Pada pria, lepuhan dan luka bisa terbentuk di setiap bagian penis, termasuk kulit depan pada penis yang tidak disunat. Pada wanita, lepuhan dan luka bisa terbentuk di vulva dan leher rahim. Jika penderita melakukan hubungan seksual melalui anus, maka lepuhan dan luka bisa terbentuk di sekitar anus atau di dalam rektum.
Pada penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita infeksi HIV), luka herpes bisa sangat berat, menyebar ke bagian tubuh lainnya, menetap selama beberapa minggu atau lebih dan resisten terhadap pengobatan dengan asiklovir.
Gejala-gejalanya cenderung kambuh kembali di daerah yang sama atau di sekitarnya, karena virus menetap di saraf panggul terdekat dan kembali aktif untuk kembali menginfeksi kulit.
HSV-2 mengalami pengaktivan kembali di dalam saraf panggul. HSV-1 mengalami pengaktivan kembali di dalam saraf wajah dan menyebabkan fever blister atau herpes labialis. Tetapi kedua virus bisa menimbulkan penyakit di kedua daerah tersebut.
Infeksi awal oleh salah satu virus akan memberikan kekebalan parsial terhadap virus lainnya, sehingga gejala dari virus kedua tidak terlalu berat.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
Untuk memperkuat diagnosa, diambil apusan dari luka dan dibiakkan di laboratorium.
Pemeriksaan darah bisa menunjukkan adanya antibodi terhadap virus.
PENGOBATAN
Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan herpes genitalis, tetapi pengobatan bisa memperpendek lamanya serangan.
Jumlah serangan bisa dikurangi dengan terus menerus mengkonsumsi obat anti-virus dosis rendah. Pengobatan akan efektif jika dimulai sedini mungkin, biasanya 2 hari setelah timbulnya gejala.
Asikovir atau obat anti-virus lainnya bisa diberikan dalam bentuk sediaan oral atau krim untuk dioleskan langsung ke luka herpes.
Obat ini mengurangi jumlah virus yang hidup di dalam luka sehingga mengurangi resiko penularan. Obat ini juga bisa meringankan gejala pada fase awal. Tetapi pengobatan dini pada serangan pertama tidak dapat mencegah kambuhnya penyakit ini.
Asma adalah penyakit keturunan
Fakta Seputar ASMA
Asma adalah penyakit keturunan
Fakta: Asma adalah penyakit yang berhubungan dengan faktor genetik. Bahkan menurut penelitian, sebanyak 30% penderita asma, memiliki keluarga dekat yang juga menderita asma. Apabila seorang ibu menderita asma, maka kemungkinan besar anaknya dapat menderita asma. Tetapi, apabila seorang ayah yang menderita asma, maka kemungkinan anaknya menderita asma akan lebih kecil.
Asma dapat menular
Fakta: Penyakit dapat menular ke orang lain apabila penyakit tersebut disebabkan oleh kuman, seperti parasit, bakteri, virus dan jamur. Asma bukan disebabkan ketiga hal diatas walau ketiganya dapat menjadi pencetus serangan asma. Jadi, asma tidak dapat menular.
Serangan asma dapat timbul berhubungan dengan binatang kecoa.
Fakta: Pencetus asma terdiri dari berbagai hal, diantaranya debu, udara dingin, aktifitas fisik yang berlebih, juga serpihan kulit atau rambut binatang. Serpihan kulit kecoa dapat mencetuskan serangan asma, walaupun kecoa tersebut sudah menjadi bangkai. Keadaan ini ditemukan pada lingkungan yang tidak bersih
Asma dapat menyebabkan kematian
Fakta: Dapat ! Kematian dapat terjadi baik karena asmanya sendiri maupun komplikasinya. Penelitian menunjukkan bahwa kematian terutama di luar rumah sakit. Faktor yang menyebabkanya antara lain penderita terlalu menganggap enteng penyakitnya. Di samping itu, sering dijumpai penderita tidak mempunyai persediaan obat anti asma, padahal serangan asma dapat terjadi sewaktu-waktu.
Penderita asma tidak boleh menyusui.
Fakta: Tidak benar. Air Susu Ibu (ASI) memberikan zat anti untuk melawan berbagai penyakit pada bayi, sehingga lebih baik apabila penderita asma memberikan ASI pada bayi yang juga mempunyai bakat alergi. Obat asma, terutama yang bentuk hiurp (Aerosol) aman karena tidak keluar melalui asma
Asma tidak dapat disembuhkan.
Fakta: Pada penyandang asma, walau tanpa gejala klinis, sebenarnya peradangan dalam saluran nafas terus menerus terjadi. Dengan kata lain, asma tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol untuk mencegah serangan. Dengan pengobatan yang teratur asma dapat dikontrol sehingga gejalanya tidak ada lagi.
Sumber: Majalah Dokter Kita. Juli 2006.
Daftar Pencetus ASMA
Alergen:
-Debu rumah, tungau debu rumah, spora jamur, serpihan kulit binatang seperti kucing, anjing dan hewan berbulu lainnya
-Air liur dan air kencing binatang peliharaan
-Debu rumah terdiri dari bermacam alergen, seperti sisa makanan, potongan rambut, kulit binatang, kecoa dan serangga lainnya
Infeksi saluran nafas :
- Paling sering ditemukan sebagai pencetus asma
- Terutama infeksi virus
Stres emosional :
- Dapat terjadi pada anak-anak maupun dewasa
Kegiatan jasmani :
-Olahraga yang dilakukan tanpa pemanasan dan pendinginan yang baik dapat mencetus serangan asma
-Jenis, lama dan beratnya olahraga menentukan timbulnya serangan asma
Obat-obatan:
-Paling sering adalah obat-obatan penyekat reseptor beta (biasa dipakai untuk pengobatan jantung dan hipertensi)
-Aspirin dan anti-rematik (jarang)
Polusi udara:
- Polusi asap kendaraan, polusi rokok, semprotan obat nyamuk, semprotan obat rambut dan jenis polusi lainnya
Lain-lain :
-Perubahan cuaca/udara (perubahan suhu mendadak, kelembaban yang tinggi), tertawa terbahak-bahak, dan masuknya asam dari lambung ke saluran nafas.
-Zat pengawet makanan (asam benzoat), zat pewarna kuning tartazin
Asma adalah penyakit keturunan
Fakta: Asma adalah penyakit yang berhubungan dengan faktor genetik. Bahkan menurut penelitian, sebanyak 30% penderita asma, memiliki keluarga dekat yang juga menderita asma. Apabila seorang ibu menderita asma, maka kemungkinan besar anaknya dapat menderita asma. Tetapi, apabila seorang ayah yang menderita asma, maka kemungkinan anaknya menderita asma akan lebih kecil.
Asma dapat menular
Fakta: Penyakit dapat menular ke orang lain apabila penyakit tersebut disebabkan oleh kuman, seperti parasit, bakteri, virus dan jamur. Asma bukan disebabkan ketiga hal diatas walau ketiganya dapat menjadi pencetus serangan asma. Jadi, asma tidak dapat menular.
Serangan asma dapat timbul berhubungan dengan binatang kecoa.
Fakta: Pencetus asma terdiri dari berbagai hal, diantaranya debu, udara dingin, aktifitas fisik yang berlebih, juga serpihan kulit atau rambut binatang. Serpihan kulit kecoa dapat mencetuskan serangan asma, walaupun kecoa tersebut sudah menjadi bangkai. Keadaan ini ditemukan pada lingkungan yang tidak bersih
Asma dapat menyebabkan kematian
Fakta: Dapat ! Kematian dapat terjadi baik karena asmanya sendiri maupun komplikasinya. Penelitian menunjukkan bahwa kematian terutama di luar rumah sakit. Faktor yang menyebabkanya antara lain penderita terlalu menganggap enteng penyakitnya. Di samping itu, sering dijumpai penderita tidak mempunyai persediaan obat anti asma, padahal serangan asma dapat terjadi sewaktu-waktu.
Penderita asma tidak boleh menyusui.
Fakta: Tidak benar. Air Susu Ibu (ASI) memberikan zat anti untuk melawan berbagai penyakit pada bayi, sehingga lebih baik apabila penderita asma memberikan ASI pada bayi yang juga mempunyai bakat alergi. Obat asma, terutama yang bentuk hiurp (Aerosol) aman karena tidak keluar melalui asma
Asma tidak dapat disembuhkan.
Fakta: Pada penyandang asma, walau tanpa gejala klinis, sebenarnya peradangan dalam saluran nafas terus menerus terjadi. Dengan kata lain, asma tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol untuk mencegah serangan. Dengan pengobatan yang teratur asma dapat dikontrol sehingga gejalanya tidak ada lagi.
Sumber: Majalah Dokter Kita. Juli 2006.
Daftar Pencetus ASMA
Alergen:
-Debu rumah, tungau debu rumah, spora jamur, serpihan kulit binatang seperti kucing, anjing dan hewan berbulu lainnya
-Air liur dan air kencing binatang peliharaan
-Debu rumah terdiri dari bermacam alergen, seperti sisa makanan, potongan rambut, kulit binatang, kecoa dan serangga lainnya
Infeksi saluran nafas :
- Paling sering ditemukan sebagai pencetus asma
- Terutama infeksi virus
Stres emosional :
- Dapat terjadi pada anak-anak maupun dewasa
Kegiatan jasmani :
-Olahraga yang dilakukan tanpa pemanasan dan pendinginan yang baik dapat mencetus serangan asma
-Jenis, lama dan beratnya olahraga menentukan timbulnya serangan asma
Obat-obatan:
-Paling sering adalah obat-obatan penyekat reseptor beta (biasa dipakai untuk pengobatan jantung dan hipertensi)
-Aspirin dan anti-rematik (jarang)
Polusi udara:
- Polusi asap kendaraan, polusi rokok, semprotan obat nyamuk, semprotan obat rambut dan jenis polusi lainnya
Lain-lain :
-Perubahan cuaca/udara (perubahan suhu mendadak, kelembaban yang tinggi), tertawa terbahak-bahak, dan masuknya asam dari lambung ke saluran nafas.
-Zat pengawet makanan (asam benzoat), zat pewarna kuning tartazin
Sabtu, 09 Oktober 2010
Kardiomiopati Restriktif
DEFINISI
Kardiomiopati Restriktif (Restrictive Cardiomyopathy) merupakan sekumpulan kelainan otot jantung dimana dinding ventrikel menjadi kaku, tetapi tidak selalu disertai dengan penebalan dinding ventrikel dan tidak selalu disertai dengan adanya tahanan pengisian darah yang normal.
Merupakan bentuk kardiomiopati yang paling jarang terjadi, yang memberikan banyak gambaran yang serupa dengan kardiomiopati hipertrofik.
PENYEBAB
Penyebabnya biasanya tidak diketahui.
Memiliki 2 tipe dasar:
1. Otot jantung secara bertahap digantikan oleh jaringan parut
2. Otot jantung disisipi oleh bahan abnormal seperti sel-sel darah putih.
Penyisipan lainnya bisa disebabkan oleh amiloidosis dan sarkoidosis.
Jika tubuh terlalu banyak mengandung zat besi, maka zat besi akan terkumpul di dalam otot jantung, seperti yang terjadi pada kelebihan zat besi (hemokromatosis).
Penyebabnya mungkin juga tumor yang menyerang jaringan jantung.
Karena jantung menahan/melawan pengisian darah, jumlah darah yang dipompakan akan mencukupi jika penderita dalam keadaan istirahat, tetapi tidak akan mencukupi jika penderita melakukan aktivitas.
GEJALA
Kardiomiopati restriktif menyebabkan gagal jantung yang disertai sesak nafas dan pembengkakan jaringan (edema).
Nyeri dada dan pingsan lebih jarang terjadi.
Sering ditemukan irama jantung abnormal dan palpitasi (jantung berdebar).
DIAGNOSA
Diagnosis terutama ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, EKG dan ekokardiogram.
MRI bisa memberikan keterangan tambahan mengenai struktur jantung.
Untuk memastikan diagnosis, biasanya perlu dilakukan kateterisasi jantung untuk mengukur tekanan dan biopsi otot jantung untuk menentukan bahan yang menyusup ke dalam otot jantung.
PENGOBATAN
Sebagian besar pengobatan masih belum memuaskan.
Misalnya diuretik, yang biasanya digunakan untuk terapi gagal jantung, dapat menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang masuk ke dalam jantung dan memperburuk keadaan.
Obat-obatan yang dalam keadaan normal digunakan dalam gagal jantung untuk mengurangi beban kerja jantung, biasanya tidak akan membantu karena bisa terlalu banyak mengurangi tekanan darah.
Kadang-kadang penyebabnya dapat diobati untuk mencegah bertambah buruknya kerusakan jantung atau bahkan untuk memperbaikinya.
Misalnya memindahkan darah dalam selang waktu yang teratur, akan mengurangi pengendapan zat besi pada penderita kelebihan zat besi.
Pada penderita yang memiliki sarkoidosis bisa diberikan corticosteroid.
Sekitar 70% penderita akan meninggal dalam waktu 5 tahun setelah gejala-gejalanya timbul.
Kardiomiopati Restriktif (Restrictive Cardiomyopathy) merupakan sekumpulan kelainan otot jantung dimana dinding ventrikel menjadi kaku, tetapi tidak selalu disertai dengan penebalan dinding ventrikel dan tidak selalu disertai dengan adanya tahanan pengisian darah yang normal.
Merupakan bentuk kardiomiopati yang paling jarang terjadi, yang memberikan banyak gambaran yang serupa dengan kardiomiopati hipertrofik.
PENYEBAB
Penyebabnya biasanya tidak diketahui.
Memiliki 2 tipe dasar:
1. Otot jantung secara bertahap digantikan oleh jaringan parut
2. Otot jantung disisipi oleh bahan abnormal seperti sel-sel darah putih.
Penyisipan lainnya bisa disebabkan oleh amiloidosis dan sarkoidosis.
Jika tubuh terlalu banyak mengandung zat besi, maka zat besi akan terkumpul di dalam otot jantung, seperti yang terjadi pada kelebihan zat besi (hemokromatosis).
Penyebabnya mungkin juga tumor yang menyerang jaringan jantung.
Karena jantung menahan/melawan pengisian darah, jumlah darah yang dipompakan akan mencukupi jika penderita dalam keadaan istirahat, tetapi tidak akan mencukupi jika penderita melakukan aktivitas.
GEJALA
Kardiomiopati restriktif menyebabkan gagal jantung yang disertai sesak nafas dan pembengkakan jaringan (edema).
Nyeri dada dan pingsan lebih jarang terjadi.
Sering ditemukan irama jantung abnormal dan palpitasi (jantung berdebar).
DIAGNOSA
Diagnosis terutama ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, EKG dan ekokardiogram.
MRI bisa memberikan keterangan tambahan mengenai struktur jantung.
Untuk memastikan diagnosis, biasanya perlu dilakukan kateterisasi jantung untuk mengukur tekanan dan biopsi otot jantung untuk menentukan bahan yang menyusup ke dalam otot jantung.
PENGOBATAN
Sebagian besar pengobatan masih belum memuaskan.
Misalnya diuretik, yang biasanya digunakan untuk terapi gagal jantung, dapat menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang masuk ke dalam jantung dan memperburuk keadaan.
Obat-obatan yang dalam keadaan normal digunakan dalam gagal jantung untuk mengurangi beban kerja jantung, biasanya tidak akan membantu karena bisa terlalu banyak mengurangi tekanan darah.
Kadang-kadang penyebabnya dapat diobati untuk mencegah bertambah buruknya kerusakan jantung atau bahkan untuk memperbaikinya.
Misalnya memindahkan darah dalam selang waktu yang teratur, akan mengurangi pengendapan zat besi pada penderita kelebihan zat besi.
Pada penderita yang memiliki sarkoidosis bisa diberikan corticosteroid.
Sekitar 70% penderita akan meninggal dalam waktu 5 tahun setelah gejala-gejalanya timbul.
Jumat, 08 Oktober 2010
Depression
DEFINISI
Depresi adalah gangguan medis yang menyerang tubuh dan pikiran. Juga disebut major depression, major depressive, dan clinical depression dan berdampak pada apa yang anda rasakan, pikirkan, dan kelakuan anda. Depresi dapat menyebabkan variasi emosional dan masalah fisik. Anda mungkin memiliki masalah dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan depresi dapat membuat anda merasa jika hidup tidak bernilai.
Lebih dari sekedar perasaan bersedih, depresi bukan sesuatu yang dapat dengan mudah dihilangkan. Depresi adalah penyakit kronis yang biasanya membutuhkan pengobatan jangka panjang seperti halnya diabetes atau tekanan darah tinggi. Banyak orang dengan depresi merasa lebih baik dengan pengobatan medis, konseling atau pengobatan lainnya.
GEJALA
Gejala-gejala depresi antara lain:
• Merasa sedih
• Lekas marah atau frustasi walaupun pada hal yang kecil
• Hilang ketertarikan atau kesenangan pada aktifitas normal
• Mengurangi aktifitas hubungan intim
• Insomnia ataupun terlalu banyak tidur
• Berubahnya selera makan – seringkali kasus depresi mengurangi selera makan dan menyebabkan hilangnya berat badan, tapi pada beberapa orang depresi menyebabkan meningkatnya selera makan dan bertambahnya berat badan.
• Rasa bergejolak atau gelisah
• Lambat dalam berpikir, berbicara, atau bergerak
• Ketidaktegasan, mudah teralihkan, dan berkurangnya konsentrasi
• Lelah dan hilang energi – bahkan tugas kecil membutuhkan usaha yang lebih
• Perasaan tidak berharga atau bersalah dan terpaku pada kesalahan masa lalu atau menyalahkan diri sendiri ketika sesuatu berjalan tidak benar
• Bermasalah dalam berpikir, berkonsentrasi, membuat keputusan dan mengingat sesuatu
• Sering berpikir kematian, penderitaan atau kejatuhan
• Menangis untuk alasan yang tidak jelas
• Memiliki masalah fisik yang tidak terjelaskan seperti sakit punggung atau sakit kepala
• Pada beberapa orang gejala depresi sering merasa sedih atau tidak bahagia tanpa benar-benar tahu mengapa.
Akibat depresi pada setiap orang bervariasi satu sama lain. Garis keturunan, usia, gender dan latar belakang kultur semuanya memiliki peran bagaimana depresi menimpa anda.
Gejala depresi pada anak dan remaja
Biasanya gejala depresi pada anak dan remaja berbeda dengan gejala depresi pada orang dewasa.
• Pada anak yang lebih muda, gejala depresi berupa kesedihan, lekas marah, keputusasaan dan rasa khawatir.
• Gejala pada remaja dan usia belasan adalah gelisah, perasaan marah dan menghindari interaksi sosial.
• Perubahan pikiran adalah tanda depresi yang biasa terjadi pada remaja dan orang dewasa, tapi tidak biasa pada anak yang lebih muda.
• Pada anak dan usia belasan depresi sering terjadi seiring masalah perilaku dan kondisi kesehatan mental lain seperti kegelisahan atau ADHD.
Gejala depresi pada orang dewasa
• Ada orang dewasa yang lebih tua depresi dapat tidak terdiagnosis karena gejalanya – contohnya kelelahan, hilangnya nafsu makan, kesulitan tidur atau hilang ketertarikan pada hubungan intim – dapat berarti disebabkan oleh penyakit lain.
• Orang tua dengan depresi mengatakan mereka tidak puas dengan hidup yang biasa, membosankan, tidak berdaya atau tidak berguna. Mereka selalu ingin berdiam dirumah, daripada pergi bersosialisasi atau mencoba sesuatu yang baru.
• Pikiran atau perasaan ingin bunuh diri pada orang dewasa menjadi tanda serius dari depresi yang tidak dapat diambil tindakan ringan khususnya pada laki-laki. Pada semua orang dengan depresi, tetapi laki-laki dewasa memiliki risiko tinggi untuk bunuh diri.
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab
Tidak diketahui apa yang menyebabkan depresi. Seperti halnya banyak penyakit mental, ini muncul karena banyak faktor antara lain:
• Perbedaan biologis. Orang dengan depresi akan muncul perubahan aktifitas pada otak.
• Neurotransmitter. Secara alami muncul hubungan secara kimiawi pada suasana hati yang memiliki peran pada depresi.
• Harmon. Berubahnya keseimbangan hormon tubuh menjadi pemicu depresi. Perubahan hormon dapat dihasilkan pada tiroid yang bermasalah, menopause dan beberapa kondisi lain.
• Garis keturunan. Depresi muncul pada orang yang memiliki anggota keluarga yang juga mengalami kondisi tersebut. Ilmuan sedang mencoba untuk menemukan gen apa yang mungkin terlibat dalam menyebabkan depresi.
• Kejadian hidup. Kejadian seperti kematian atau kehilangan orang yang dicintai, masalah keuangan dan stress tinggi dapat memicu depresi pada beberapa orang.
• Trauma masa kecil. Kejadian traumatis pada saat anak-anak, bisa dapat menyebabkan perubahan permanent pada otak yang membuat anda lebih rentan depresi.
Faktor risiko
Depresi secara khusus terjadi pada akhir usia 20an akan tetapi sebenarnya dapat terjadi pada semua usia. Meskipun penyebab tepat depresi tidak diketahui, ilmuan telah mengidentifikasi faktor tertentu yang meningkatkan risiko berkembangnya atau memicu munculnya depresi, yaitu:
• Memiliki hubungan biologis dengan orang yang memiliki depresi
• Wanita
• Memiliki kejadian traumatis saat anak-anak
• Memiliki hubungan biologis dengan catatan pecandu alkohol
• Memiliki anggota keluarga yang mengalami kejatuhan
• Memiliki pengalaman kejadian hidup yang memberikan tekanan, seperti kematian orang yang dicintai
• Memiliki banyak teman atau hubungan personal
• Memiliki suasana hati depresi ketika kecil
• Memiliki penyakit serius, seperti kanker, serangan jantung, Alzheimer’s atau HIV/AIDS
• Memiliki sifat tertentu, seperti rendahnya kepercayaan diri dan ketergantungan yang berlebih, mengkritik diri sendiri atau pesimistis
• Penyalahguanan alkohol, nikotin atau obat-obatan terlarang
• Mengambil pengobatan medis atas tekanan darah tinggi yang dimiliki, meminum obat tidur atau pengobatan medis tertentu lainnya (bicara pada dokter anda sebelum berhenti menjalani pengobatan medis tertentu yang anda pikir mengakibatkan berubahnya suasana hati anda)
Pencegahan
Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah depresi. Bagaimanapun juga anda sebaiknya mengambil langkah untuk mengontrol stress, untuk meningkatkan ketahanan tubuh anda dan untuk memacu rendahnya kepercayaan diri. Persahabatan dan dukungan sosial khususnya pada waktu krisis akan dapat membantu anda.
Sebagai tambahan, pengobatan yang dilakukan pada gejala awal dapat membantu mencegah depresi menjadi lebih buruk. Perawatan jangka panjang juga membantu mencegah kembuhnya gejala depresi.
Depresi adalah gangguan medis yang menyerang tubuh dan pikiran. Juga disebut major depression, major depressive, dan clinical depression dan berdampak pada apa yang anda rasakan, pikirkan, dan kelakuan anda. Depresi dapat menyebabkan variasi emosional dan masalah fisik. Anda mungkin memiliki masalah dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan depresi dapat membuat anda merasa jika hidup tidak bernilai.
Lebih dari sekedar perasaan bersedih, depresi bukan sesuatu yang dapat dengan mudah dihilangkan. Depresi adalah penyakit kronis yang biasanya membutuhkan pengobatan jangka panjang seperti halnya diabetes atau tekanan darah tinggi. Banyak orang dengan depresi merasa lebih baik dengan pengobatan medis, konseling atau pengobatan lainnya.
GEJALA
Gejala-gejala depresi antara lain:
• Merasa sedih
• Lekas marah atau frustasi walaupun pada hal yang kecil
• Hilang ketertarikan atau kesenangan pada aktifitas normal
• Mengurangi aktifitas hubungan intim
• Insomnia ataupun terlalu banyak tidur
• Berubahnya selera makan – seringkali kasus depresi mengurangi selera makan dan menyebabkan hilangnya berat badan, tapi pada beberapa orang depresi menyebabkan meningkatnya selera makan dan bertambahnya berat badan.
• Rasa bergejolak atau gelisah
• Lambat dalam berpikir, berbicara, atau bergerak
• Ketidaktegasan, mudah teralihkan, dan berkurangnya konsentrasi
• Lelah dan hilang energi – bahkan tugas kecil membutuhkan usaha yang lebih
• Perasaan tidak berharga atau bersalah dan terpaku pada kesalahan masa lalu atau menyalahkan diri sendiri ketika sesuatu berjalan tidak benar
• Bermasalah dalam berpikir, berkonsentrasi, membuat keputusan dan mengingat sesuatu
• Sering berpikir kematian, penderitaan atau kejatuhan
• Menangis untuk alasan yang tidak jelas
• Memiliki masalah fisik yang tidak terjelaskan seperti sakit punggung atau sakit kepala
• Pada beberapa orang gejala depresi sering merasa sedih atau tidak bahagia tanpa benar-benar tahu mengapa.
Akibat depresi pada setiap orang bervariasi satu sama lain. Garis keturunan, usia, gender dan latar belakang kultur semuanya memiliki peran bagaimana depresi menimpa anda.
Gejala depresi pada anak dan remaja
Biasanya gejala depresi pada anak dan remaja berbeda dengan gejala depresi pada orang dewasa.
• Pada anak yang lebih muda, gejala depresi berupa kesedihan, lekas marah, keputusasaan dan rasa khawatir.
• Gejala pada remaja dan usia belasan adalah gelisah, perasaan marah dan menghindari interaksi sosial.
• Perubahan pikiran adalah tanda depresi yang biasa terjadi pada remaja dan orang dewasa, tapi tidak biasa pada anak yang lebih muda.
• Pada anak dan usia belasan depresi sering terjadi seiring masalah perilaku dan kondisi kesehatan mental lain seperti kegelisahan atau ADHD.
Gejala depresi pada orang dewasa
• Ada orang dewasa yang lebih tua depresi dapat tidak terdiagnosis karena gejalanya – contohnya kelelahan, hilangnya nafsu makan, kesulitan tidur atau hilang ketertarikan pada hubungan intim – dapat berarti disebabkan oleh penyakit lain.
• Orang tua dengan depresi mengatakan mereka tidak puas dengan hidup yang biasa, membosankan, tidak berdaya atau tidak berguna. Mereka selalu ingin berdiam dirumah, daripada pergi bersosialisasi atau mencoba sesuatu yang baru.
• Pikiran atau perasaan ingin bunuh diri pada orang dewasa menjadi tanda serius dari depresi yang tidak dapat diambil tindakan ringan khususnya pada laki-laki. Pada semua orang dengan depresi, tetapi laki-laki dewasa memiliki risiko tinggi untuk bunuh diri.
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab
Tidak diketahui apa yang menyebabkan depresi. Seperti halnya banyak penyakit mental, ini muncul karena banyak faktor antara lain:
• Perbedaan biologis. Orang dengan depresi akan muncul perubahan aktifitas pada otak.
• Neurotransmitter. Secara alami muncul hubungan secara kimiawi pada suasana hati yang memiliki peran pada depresi.
• Harmon. Berubahnya keseimbangan hormon tubuh menjadi pemicu depresi. Perubahan hormon dapat dihasilkan pada tiroid yang bermasalah, menopause dan beberapa kondisi lain.
• Garis keturunan. Depresi muncul pada orang yang memiliki anggota keluarga yang juga mengalami kondisi tersebut. Ilmuan sedang mencoba untuk menemukan gen apa yang mungkin terlibat dalam menyebabkan depresi.
• Kejadian hidup. Kejadian seperti kematian atau kehilangan orang yang dicintai, masalah keuangan dan stress tinggi dapat memicu depresi pada beberapa orang.
• Trauma masa kecil. Kejadian traumatis pada saat anak-anak, bisa dapat menyebabkan perubahan permanent pada otak yang membuat anda lebih rentan depresi.
Faktor risiko
Depresi secara khusus terjadi pada akhir usia 20an akan tetapi sebenarnya dapat terjadi pada semua usia. Meskipun penyebab tepat depresi tidak diketahui, ilmuan telah mengidentifikasi faktor tertentu yang meningkatkan risiko berkembangnya atau memicu munculnya depresi, yaitu:
• Memiliki hubungan biologis dengan orang yang memiliki depresi
• Wanita
• Memiliki kejadian traumatis saat anak-anak
• Memiliki hubungan biologis dengan catatan pecandu alkohol
• Memiliki anggota keluarga yang mengalami kejatuhan
• Memiliki pengalaman kejadian hidup yang memberikan tekanan, seperti kematian orang yang dicintai
• Memiliki banyak teman atau hubungan personal
• Memiliki suasana hati depresi ketika kecil
• Memiliki penyakit serius, seperti kanker, serangan jantung, Alzheimer’s atau HIV/AIDS
• Memiliki sifat tertentu, seperti rendahnya kepercayaan diri dan ketergantungan yang berlebih, mengkritik diri sendiri atau pesimistis
• Penyalahguanan alkohol, nikotin atau obat-obatan terlarang
• Mengambil pengobatan medis atas tekanan darah tinggi yang dimiliki, meminum obat tidur atau pengobatan medis tertentu lainnya (bicara pada dokter anda sebelum berhenti menjalani pengobatan medis tertentu yang anda pikir mengakibatkan berubahnya suasana hati anda)
Pencegahan
Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah depresi. Bagaimanapun juga anda sebaiknya mengambil langkah untuk mengontrol stress, untuk meningkatkan ketahanan tubuh anda dan untuk memacu rendahnya kepercayaan diri. Persahabatan dan dukungan sosial khususnya pada waktu krisis akan dapat membantu anda.
Sebagai tambahan, pengobatan yang dilakukan pada gejala awal dapat membantu mencegah depresi menjadi lebih buruk. Perawatan jangka panjang juga membantu mencegah kembuhnya gejala depresi.
Langganan:
Postingan (Atom)