GANGGUAN seksual yang cukup banyak dialami kaum pria selain disfungsi ereksi adalah ejakulasi dini (Edi). Ketidaksiapan dalam berhubungan seksual, menjadi salah faktor penyebabnya. Tak heran, jika banyak pria yang tak menyadari kalau dia mengalami Edi.
"Berhubungan seksual itu butuh kesiapan. Tak hanya soal fisik tapi juga mental. Ejakulasi dini itu karena pria tidak siap menghadapi hubungan seks. Karena penyakit ini berkaitan dengan sistem saraf. Pada orang tua, umumnya karena kemampuan sarafnya untuk mengontrol ejakulasi terganggu," ungkap Dr dr A Wardihan Sinrang, MS kepada Fajar di ruang kerjanya di Rektorat Unhas, Rabu 14 Juni.
Pria biasanya tak mengerti dan hanya mengeluh mengenai masalah ejakulasi yang terlalu cepat itu. Padahal, hal itu sudah merupakan gangguan seksual. Pada dasarnya, pria yang Edi, bisa ereksi dan melakukan hubungan seks tapi ya itu tadi, terlalu cepat ejakulasi (mencapai puncak dan mengeluarkan sperma).
Edi, kata Wardihan, merupakan ketidakmampuan mengontrol ejakulasi sehingga terjadi dalam waktu singkat, yang tidak sesuai dengan keinginannya. Malah ada yang ejakulasi, padahal penis belum sempat penetrasi ke dalam vagina. Pada disfungsi ereksi, hubungan seksual tidak dapat berlangsung karena ereksi terganggu. Kalaupun berhubungan, tapi ereksi jadi hilang.
Ada beberapa teori penyebab ejakulasi dini. Pertama, kebiasaan mencapai orgasme dan ejakulasi secara tergesa-gesa sebelumnya. Kedua, kurang berfungsinya serotonin, suatu bahan neurotransmitter yang berfungsi menghambat ejakulasi. Ketiga, gangguan kontrol syaraf yang mengatur peristiwa ejakulasi. Pria dengan disfungsi ereksi pada umumnya mengalami ejakulasi dini. Sebaliknya, pria dengan ejakulasi dini pada akhirnya dapat mengalami disfungsi ereksi.
Edi dikatakan berat, jika ejakulasi yang langsung terjadi begitu penis menyentuh kelamin wanita bagian luar. Bahkan sebagian kecil pria dengan ejakulasi dini berat sudah mengalami ejakulasi sebelum penisnya menyentuh kelamin wanita bagian luar. Namun pria yang mengalami edi tidak berarti mengalami gangguan sperma.
Untuk mengatasinya, bisa dilakukan sex therapy. Atau dengan menggunakan obat untuk mengontrol ejakulasi. Terapi seks dan obat memberikan hasil yang cukup baik. Seks terapi bisa dilakukan atas bantuan istri. Caranya, istri melakukan masturbasi terhadap suami edi dengan posisi suami berbaring terlentang, sampai suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi.
Atau, ketika suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi, istri melakukan penekanan pada penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah, selama beberapa detik untuk menghambat terjadinya ejakulasi.
Bisa juga, istri melakukan masturbasi terhadap suami sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke dalam vagina dalam posisi istri di atas tanpa melakukan gerakan. Bila suami merasa akan ejakulasi, istri segera mengangkat tubuhnya dan melakukan penekanan pada penis.
[www.fajar.co.id]
Jumat, 29 Desember 2006
Senin, 25 Desember 2006
10 kebiasaan yang dapat merusak otak
1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.
2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.
3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.
4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak
5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.
6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.
7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.
8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.
9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.
10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.
Sumber: Milist Info Nutrisi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.
2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.
3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.
4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak
5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.
6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.
7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.
8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.
9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.
10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.
Sumber: Milist Info Nutrisi
Minggu, 24 Desember 2006
Senam Hamil Mempermulus Persalinan
SENAM hamil amat dianjurkan pada wanita hamil agar saat melahirkan dapat dijalani 'lebih mulus' dan sang ibu siap saat persalinan tiba. Dengan latihan pernafasan yang telah dilakukan pada senam hamil, sang ibu tidak lagi kesusahan mengikuti perintah dokter atau bidan saat melahirkan. Menurut bidan Miranti Temmy Djaeni, Amd.Keb dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan menjelaskan, banyak manfaat yang diperoleh dengan mengikuti latihan senam hamil ini, terutama bagi ibu-ibu yang usia kandungannya lebih dari 32 minggu. Misalnya, sang ibu sudah siap saat melahirkan dan melancarkan proses persalinan.
Inti dari senam hamil sendiri adalah melatih pernafasan menjelang persalinan. Sehingga pada saat detik-detik kelahiran si bayi, sang ibu bisa rileks dan menguasai keadaan. "Biasanya pada gerakan pemanasan senam hamil, sang ibu diusahakan rileks dan tenang, kalau sampai tertidur itu lebih baik lagi. Sehingga pada saat bangun dari tidurnya, sang ibu sudah siap untuk melakukan senam hamil," jelasnya.
Keluarga juga memiliki peran penting bagi ibu yang sedang mengandung, terutama suami. Diharapkan kepada keluarga agar tidak menganggap wanita hamil seperti orang sakit. Perubahan yang terjadi pada wanita hamil sangatlah wajar. Sebab wanita hamil pada umumnya hanya mengalami sedikit perubahan yang ada di bagian tubuhnya. Disinilah letak pentingnya peran suami untuk mengajak istrinya yang hamil berjalan-jalan pagi, karena udara pagi sangat baik untuk latihan pernafasan dan merilekskan tubuh.
Adapun untuk pola makan, bagi wanita hamil yang memang berat badannya kurang sebelum smasa persalinan dianjurkan untuk menambah porsi makannya sehingga memudahkan saat persalinan. (firly)
[www.kaltimpost. web.id]
Inti dari senam hamil sendiri adalah melatih pernafasan menjelang persalinan. Sehingga pada saat detik-detik kelahiran si bayi, sang ibu bisa rileks dan menguasai keadaan. "Biasanya pada gerakan pemanasan senam hamil, sang ibu diusahakan rileks dan tenang, kalau sampai tertidur itu lebih baik lagi. Sehingga pada saat bangun dari tidurnya, sang ibu sudah siap untuk melakukan senam hamil," jelasnya.
Keluarga juga memiliki peran penting bagi ibu yang sedang mengandung, terutama suami. Diharapkan kepada keluarga agar tidak menganggap wanita hamil seperti orang sakit. Perubahan yang terjadi pada wanita hamil sangatlah wajar. Sebab wanita hamil pada umumnya hanya mengalami sedikit perubahan yang ada di bagian tubuhnya. Disinilah letak pentingnya peran suami untuk mengajak istrinya yang hamil berjalan-jalan pagi, karena udara pagi sangat baik untuk latihan pernafasan dan merilekskan tubuh.
Adapun untuk pola makan, bagi wanita hamil yang memang berat badannya kurang sebelum smasa persalinan dianjurkan untuk menambah porsi makannya sehingga memudahkan saat persalinan. (firly)
[www.kaltimpost. web.id]
Selasa, 19 Desember 2006
Kopi Cegah Penyakit Parkinson
www.fajar.co.id
KOPI, minuman si hitam manis ini dapat meningkatkan kesehatan dan mengobati lutut yang sakit karena banyak latihan. Dilansir HealthDays News dan dikutip Associated Press (AP), Jumat (21/7), sejumlah studi ini menganjurkan agar memasukkan kopi ke dalam diet minuman sehari-hari. Dalam studi itu juga menyatakan bahwa dua cangkir kopi setiap hari bisa menyehatkan jantung, mengurangi risiko diabetes tipe dua, dan mengurangi nyeri pada kaki terutama bagi mereka yang sering berolahraga. Demikian berita yang dilansir U.S. Department of Agriculture (USDA). Peneliti ini juga telah melakukan investigasi dapat menghindarkan penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Minuman ini juga kaya antioksidan. USDA juga mengatakan bahwa tingkat anti-oksidan ini bisa terdapat pada minuman yang tidak mengandung kafein. Tapi, awasi penambahan krim dan gula karena akan menambah kalori.
Dilansir dari penelitian yang dilakukan Universitas Harvard, banyak orang yang menolak minum kopi dengan alasan akan membahayakan kesehatan. Padahal, dalam beberapa penelitian belakangan ini terlihat bahwa beberapa cangkir kopi setiap hari dapat berfungsi sebagai minuman kesehatan dan bagi perempuan akan menjaga berat badan mereka.
Riset terbaru juga membuktikan bahwa mengonsumsi kopi tidak akan berbahaya tetapi malah akan memberikan banyak manfaat seperti seseorang akan terhindar dari bahaya diabetes tipe dua.
Kopi pun memiliki faedah bagi perbaikan sistem pencernaan dan menahan terbentuknya jaringan kanker kolon dan yang utama mengurangi risiko penyakit Parkinson.
Dengan minum kopi membuat seseorang akan selalu waspada dan penelitia ini pun akan memberikan sebuah solusi bagi orang yang gampang terserang rasa kantuk. Namun, tak dapat dimungkiri bahwa kopi bisa membuat rasa ketergantungan dan naiknya tekanan darah dan detak jantung yang cepat.
Tapi, di banding dengan manfaat yang diperolehnya, bagi perempuan yang suka mengonsumsi kopi juga diperingatkan agar berhati-hati karena kemungkinan dengan resiko kanker payudara, kolon, dan kerapuhan tulang meski penelitian ini belum bisa dipercayai sepenuhnya. Sebaiknya, konsumsi kopi dalam batas yang wajar.
Pengaruhi Metabolisme Gula
MINUM secangkir kopi di pagi hari ternyata dapat membantu jutaan orang untuk lebih bersemangat beraktivitas. Menurut beberapa penelitian di Belanda, minum beberapa cangkir kopi dalam mengiringi kesibukan hari-hari seseorang, kemungkinan dapat mengurangi risiko terserang diabetes.
Para peneliti menyatakan komponen pada kopi tampaknya dapat membantu metabolisme gula di dalam tubuh. Dengan demikian dapat mengurangi risiko terserang dibetes yang sampai saat ini sudah menyerang sekitar kurang lebih 130 juta orang di dunia.
Penelitian ini merupakan studi pertama kali yang mendukung suatu ide bahwa kopi sebenarnya dapat bermanfaat untuk dua tipe penyakit diabetes. Apakah sebagai penyaring, yakni jenis kopi cappuccino, latte, atau espresso.
Karena semua jenis kopi tersebut mengandung mineral-mineral seperti magnesium, potassium dan mikronutrien lain yang bermanfaat untuk kesehatan.
Namun para peneliti belum mengetahui sampai jauh kandungan kopi yang mana yang dapat mempengaruhi proses metabolisme gula secara rinci dan bagaimana cara kerjanya secara rinci dalam melawan diabetes.
Namun ketika para peneliti membandingkan para peminum kopi dengan risiko menderita penyakit diabetes tipe dua, ditemukan makin banyak seseorang minum kopi dapat menurunkan risiko terserang penyakit diabetes termasuk serangan diabetes yang timbul pada saat penderita dewasa.
Seorang individu yang minum tujuh atau lebih cangkir kopi sehari, dapat menurunkan risiko sebanyak 50 persen terhadap timbulnya penyakit diabetes. Jadi beberapa cangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko serangan terjadinya diabetes bagi orang yang memiliki kecenderungan menderita diabetes.
Untuk sebagian besar orang tidaklah buruk untuk minum beberapa cangkir kopi jika kondisi orang tersebut baik.
Konsumsi dalam Jumlah Wajar NAMUN berdasarkan penelitian tersebut, para peneliti juga menyatakan perlu dikonfirmasikan lebih lanjut dengan melakukan penelitian lanjutan mengenai risiko lain yang menyertai kopi. Ini berarti tidak harus seseorang lantas minum kopi setiap hari dalam jumlah yang besar.
Di sisi lain beberapa penelitian menunjukkn minum kopi terlalu banyak juga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis atau kerapuhan tulang pada sebagian orang.
Jadi hal ini merupakan pilihan pada masing-masing individu sendiri untuk tetap meneruskan minum kopi atau tidak. Diabetes merupakan penyakit kronis yang disebabkan kekurangan hormon insulin, yang bekerja dalam proses metabolisme gula dalam tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin sebagaimana mestinya.
Diabetes tipe dua yang muncul pada saat dewasa merupakan diabetes yang paling banyak jenisnya menyerang sebagian besar orang dewasa, karena kehilangan sensitifitas tubuh terhadap hormon insulin.
Sedangkan penyakit diabetes tipe satu adalah jenis diabetes akibat dari penderita tidak dapat memproduksi hormon insulin yang cukup untuk proses metabolisme gula dalam tubuh. Sehingga membutuhkan suntikan hormon insulin setiap harinya.
Beberapa orang penderita diabetes tipe dua badannya bisa berubah menjadi gemuk. Kelebihan berat badan adalah hal yang biasa dan gejala yang tampak lebih banyak, sehingga faktor risiko terhadap terjadinya penyakit diabetes tidak dapat dihindarkan.
Diduga akan ada sebanyak 220 juta orang penderita diabetes pada tahun 2010 nanti. Namun diharapkan ramalan tersebut meleset, tentunya jika setiap orang dapat menjaga kesehatan tubuhnya sejak dini, terutama dalam pengaturan pola makan yang baik. (wid)
[www.fajar.co. id]
KOPI, minuman si hitam manis ini dapat meningkatkan kesehatan dan mengobati lutut yang sakit karena banyak latihan. Dilansir HealthDays News dan dikutip Associated Press (AP), Jumat (21/7), sejumlah studi ini menganjurkan agar memasukkan kopi ke dalam diet minuman sehari-hari. Dalam studi itu juga menyatakan bahwa dua cangkir kopi setiap hari bisa menyehatkan jantung, mengurangi risiko diabetes tipe dua, dan mengurangi nyeri pada kaki terutama bagi mereka yang sering berolahraga. Demikian berita yang dilansir U.S. Department of Agriculture (USDA). Peneliti ini juga telah melakukan investigasi dapat menghindarkan penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Minuman ini juga kaya antioksidan. USDA juga mengatakan bahwa tingkat anti-oksidan ini bisa terdapat pada minuman yang tidak mengandung kafein. Tapi, awasi penambahan krim dan gula karena akan menambah kalori.
Dilansir dari penelitian yang dilakukan Universitas Harvard, banyak orang yang menolak minum kopi dengan alasan akan membahayakan kesehatan. Padahal, dalam beberapa penelitian belakangan ini terlihat bahwa beberapa cangkir kopi setiap hari dapat berfungsi sebagai minuman kesehatan dan bagi perempuan akan menjaga berat badan mereka.
Riset terbaru juga membuktikan bahwa mengonsumsi kopi tidak akan berbahaya tetapi malah akan memberikan banyak manfaat seperti seseorang akan terhindar dari bahaya diabetes tipe dua.
Kopi pun memiliki faedah bagi perbaikan sistem pencernaan dan menahan terbentuknya jaringan kanker kolon dan yang utama mengurangi risiko penyakit Parkinson.
Dengan minum kopi membuat seseorang akan selalu waspada dan penelitia ini pun akan memberikan sebuah solusi bagi orang yang gampang terserang rasa kantuk. Namun, tak dapat dimungkiri bahwa kopi bisa membuat rasa ketergantungan dan naiknya tekanan darah dan detak jantung yang cepat.
Tapi, di banding dengan manfaat yang diperolehnya, bagi perempuan yang suka mengonsumsi kopi juga diperingatkan agar berhati-hati karena kemungkinan dengan resiko kanker payudara, kolon, dan kerapuhan tulang meski penelitian ini belum bisa dipercayai sepenuhnya. Sebaiknya, konsumsi kopi dalam batas yang wajar.
Pengaruhi Metabolisme Gula
MINUM secangkir kopi di pagi hari ternyata dapat membantu jutaan orang untuk lebih bersemangat beraktivitas. Menurut beberapa penelitian di Belanda, minum beberapa cangkir kopi dalam mengiringi kesibukan hari-hari seseorang, kemungkinan dapat mengurangi risiko terserang diabetes.
Para peneliti menyatakan komponen pada kopi tampaknya dapat membantu metabolisme gula di dalam tubuh. Dengan demikian dapat mengurangi risiko terserang dibetes yang sampai saat ini sudah menyerang sekitar kurang lebih 130 juta orang di dunia.
Penelitian ini merupakan studi pertama kali yang mendukung suatu ide bahwa kopi sebenarnya dapat bermanfaat untuk dua tipe penyakit diabetes. Apakah sebagai penyaring, yakni jenis kopi cappuccino, latte, atau espresso.
Karena semua jenis kopi tersebut mengandung mineral-mineral seperti magnesium, potassium dan mikronutrien lain yang bermanfaat untuk kesehatan.
Namun para peneliti belum mengetahui sampai jauh kandungan kopi yang mana yang dapat mempengaruhi proses metabolisme gula secara rinci dan bagaimana cara kerjanya secara rinci dalam melawan diabetes.
Namun ketika para peneliti membandingkan para peminum kopi dengan risiko menderita penyakit diabetes tipe dua, ditemukan makin banyak seseorang minum kopi dapat menurunkan risiko terserang penyakit diabetes termasuk serangan diabetes yang timbul pada saat penderita dewasa.
Seorang individu yang minum tujuh atau lebih cangkir kopi sehari, dapat menurunkan risiko sebanyak 50 persen terhadap timbulnya penyakit diabetes. Jadi beberapa cangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko serangan terjadinya diabetes bagi orang yang memiliki kecenderungan menderita diabetes.
Untuk sebagian besar orang tidaklah buruk untuk minum beberapa cangkir kopi jika kondisi orang tersebut baik.
Konsumsi dalam Jumlah Wajar NAMUN berdasarkan penelitian tersebut, para peneliti juga menyatakan perlu dikonfirmasikan lebih lanjut dengan melakukan penelitian lanjutan mengenai risiko lain yang menyertai kopi. Ini berarti tidak harus seseorang lantas minum kopi setiap hari dalam jumlah yang besar.
Di sisi lain beberapa penelitian menunjukkn minum kopi terlalu banyak juga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis atau kerapuhan tulang pada sebagian orang.
Jadi hal ini merupakan pilihan pada masing-masing individu sendiri untuk tetap meneruskan minum kopi atau tidak. Diabetes merupakan penyakit kronis yang disebabkan kekurangan hormon insulin, yang bekerja dalam proses metabolisme gula dalam tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin sebagaimana mestinya.
Diabetes tipe dua yang muncul pada saat dewasa merupakan diabetes yang paling banyak jenisnya menyerang sebagian besar orang dewasa, karena kehilangan sensitifitas tubuh terhadap hormon insulin.
Sedangkan penyakit diabetes tipe satu adalah jenis diabetes akibat dari penderita tidak dapat memproduksi hormon insulin yang cukup untuk proses metabolisme gula dalam tubuh. Sehingga membutuhkan suntikan hormon insulin setiap harinya.
Beberapa orang penderita diabetes tipe dua badannya bisa berubah menjadi gemuk. Kelebihan berat badan adalah hal yang biasa dan gejala yang tampak lebih banyak, sehingga faktor risiko terhadap terjadinya penyakit diabetes tidak dapat dihindarkan.
Diduga akan ada sebanyak 220 juta orang penderita diabetes pada tahun 2010 nanti. Namun diharapkan ramalan tersebut meleset, tentunya jika setiap orang dapat menjaga kesehatan tubuhnya sejak dini, terutama dalam pengaturan pola makan yang baik. (wid)
[www.fajar.co. id]
Minggu, 10 Desember 2006
Waspadai Gejala Dini Kanker Leher Rahim
WASPADAI GEJALA DINI KANKER LEHER RAHIM
Di antara penyakit kanker yang menyerang pada kaum wanita, kanker leher rahim sangat banyak menyerang pada wanita yang sudah menikah. Padahal penyakit ini umumnya tidak diturunkan, berbeda dengan kanker indung telur atau kanker badan rahim yang kemungkinan diturunkan.
_____
Kanker leher rahim yang merupakan salah satu penyebab utama kematian, terutama di negara yang sedang berkembang ini sebenarnya merupakan satu-satunya kanker yang bisa dicegah. Soalnya kanker jenis ini biasanya sudah dapat dideteksi lewat pemeriksaan Pap Smear sebelum adanya gejala yang bisa dirasakan pasien. Dengan begitu, bisa segera diobati supaya tidak berkembang ke stadium selanjutnya.
Lalu apa saja gejalanya? Pada tingkat pra-kanker, penderita biasanya tidak memiliki keluhan apa-apa. Tak herena jika kanker leher rahim biasanya ditemukan sudah pada stadium bukan awal. Adapun keluhannya, diantaranya:
1. Perdarahan dari vagina (per vaginam), yang dapat merupakan perdarahan ringan atau perdarahan pasca senggama Tapi harus juga diingat bahwa tidak semua keluhan perdarahan terkait langsung dengan kanker leher rahim. Hal-hal lain yang dapat menyebabkan perdarahan per vaginam antara lain adalah karena polip leher rahim, radang, atau gangguan hormonal.
2. Keputihan, yaitu keluarnya cairan dari vagina Keputihan yang mencerminkan kanker leher rahim biasanya berbau, kadang-kadang seperti nanah, warnanya semu merah karena bercampur darah. Tidak semua keputihan merupakan pertanda kanker leher rahim.
3. Nyeri Bila proses penyakit telah meluas dan menekan organ sekitar, maka dapat mengakibatkan rasa nyeri di panggul. Bila ada penyebaran penyakit di tulang, akan menimbulkan rasa sakit di tulang, misalnya tulang belakang, tulang panggul, dan tulang tungkai.
4. Anuri (tidak keluar urine) Karena perluasan kanker, sehingga saluran kencing dari ginjal tersumbat.
[http://www.tempo. co.id]
Di antara penyakit kanker yang menyerang pada kaum wanita, kanker leher rahim sangat banyak menyerang pada wanita yang sudah menikah. Padahal penyakit ini umumnya tidak diturunkan, berbeda dengan kanker indung telur atau kanker badan rahim yang kemungkinan diturunkan.
_____
Kanker leher rahim yang merupakan salah satu penyebab utama kematian, terutama di negara yang sedang berkembang ini sebenarnya merupakan satu-satunya kanker yang bisa dicegah. Soalnya kanker jenis ini biasanya sudah dapat dideteksi lewat pemeriksaan Pap Smear sebelum adanya gejala yang bisa dirasakan pasien. Dengan begitu, bisa segera diobati supaya tidak berkembang ke stadium selanjutnya.
Lalu apa saja gejalanya? Pada tingkat pra-kanker, penderita biasanya tidak memiliki keluhan apa-apa. Tak herena jika kanker leher rahim biasanya ditemukan sudah pada stadium bukan awal. Adapun keluhannya, diantaranya:
1. Perdarahan dari vagina (per vaginam), yang dapat merupakan perdarahan ringan atau perdarahan pasca senggama Tapi harus juga diingat bahwa tidak semua keluhan perdarahan terkait langsung dengan kanker leher rahim. Hal-hal lain yang dapat menyebabkan perdarahan per vaginam antara lain adalah karena polip leher rahim, radang, atau gangguan hormonal.
2. Keputihan, yaitu keluarnya cairan dari vagina Keputihan yang mencerminkan kanker leher rahim biasanya berbau, kadang-kadang seperti nanah, warnanya semu merah karena bercampur darah. Tidak semua keputihan merupakan pertanda kanker leher rahim.
3. Nyeri Bila proses penyakit telah meluas dan menekan organ sekitar, maka dapat mengakibatkan rasa nyeri di panggul. Bila ada penyebaran penyakit di tulang, akan menimbulkan rasa sakit di tulang, misalnya tulang belakang, tulang panggul, dan tulang tungkai.
4. Anuri (tidak keluar urine) Karena perluasan kanker, sehingga saluran kencing dari ginjal tersumbat.
[http://www.tempo. co.id]
Selasa, 28 November 2006
Pola Makan Yang Baik, Cegah Diabetes
DIABETES Mellitus atau kerap disebut kencing manis dapat diartikan terdapatnya glukosa dalam air kencing seseorang. Hal itu terjadi karena glukosa dalam darah tidak dapat dicerna tubuh, karena tubuh kekurangan insulin.
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan upaya penanganan yang tepat dan serius. Apabila tidak dilakukan penanganan secara cermat, dampak dari penyakit tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit serius lainnya, di antaranya, jantung, stroke, disfungsi ereksi, gagal ginjal, dan kerusakan system syaraf.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita Diabetes Mellitusnya terbanyak setelah India, China, Uni Sovyet, Jepang, dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 5 juta dengan peningkatan sebanyak 230.000 pasien diabetes pertahunnya, sehingga pada tahun 2005 diperkirakan akan mencapai 12 juta penderita.
Untuk diketahui, terdapat dua tipe Diabetes, yaitu, Diabetes Tipe I (IDDM/ tergantung insulin) dan Diabetes Tipe II (NIDDM/ tidak tergantung insulin)
Gejala - Gejala Diabetes
Gejala diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak (di bawah 20 tahun), sebagai akibat dari adanya kelainan genetika, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan baik.
Antara lain :
- Berat badan menurun
- Kelelahan
- Penglihatan kabur
- Sering buang air kecil
- Terus menerus lapar dan haus
- Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni
Gejala-gejala diabetes tipe II muncul secara perlahan-lahan sampai menjadi gangguan yang jelas, dan pada tahap permulaannya sama seperti gejala diabetes tipe I.
Penyebab Diabetes
Saat ini, faktor utama munculnya penyakit diabetes berkaitan langsung dengan pola hidup masyarakat. Konsumsi makanan yang tidak seimbang serta kurangnya aktivitas fisik dapat memicu timbulnya penyakit kencing manis.
Disamping itu, adanya stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diabetes.
Pencegahan Diabetes
Penyakit ini dapat dicegah dengan merubah pola makan yang seimbang. Kurangi makanan yang banyak mengandung protein, lemak, gula, dan garam. Perbanyak melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Diantaranya, berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat, serta rajin memeriksakan kadar gula urine setiap tahun.
Cara Mengatasi Diabetes
Kalau sudah positif diabetes, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan ikuti anjuran dokter dengan penuh disiplin. Selain itu, perlu melakukan diet, karena diet merupakan langkah awal dari usaha untuk mengendalikan diabetes. Namun, sebaiknya ketika melakukan diet, perlu juga dibarengi dengan olah raga secara teratur. Tidak kalah pentingnya, lakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar gula diabetes, yang merupakan suatu gangguan kelainan kadar gula darah karena rusaknya sel beta pancreas, sehingga perlu dikontrol dengan cermat.
Sumber : (p21)
[Info Nutrisi]
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan upaya penanganan yang tepat dan serius. Apabila tidak dilakukan penanganan secara cermat, dampak dari penyakit tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit serius lainnya, di antaranya, jantung, stroke, disfungsi ereksi, gagal ginjal, dan kerusakan system syaraf.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita Diabetes Mellitusnya terbanyak setelah India, China, Uni Sovyet, Jepang, dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 5 juta dengan peningkatan sebanyak 230.000 pasien diabetes pertahunnya, sehingga pada tahun 2005 diperkirakan akan mencapai 12 juta penderita.
Untuk diketahui, terdapat dua tipe Diabetes, yaitu, Diabetes Tipe I (IDDM/ tergantung insulin) dan Diabetes Tipe II (NIDDM/ tidak tergantung insulin)
Gejala - Gejala Diabetes
Gejala diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak (di bawah 20 tahun), sebagai akibat dari adanya kelainan genetika, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan baik.
Antara lain :
- Berat badan menurun
- Kelelahan
- Penglihatan kabur
- Sering buang air kecil
- Terus menerus lapar dan haus
- Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni
Gejala-gejala diabetes tipe II muncul secara perlahan-lahan sampai menjadi gangguan yang jelas, dan pada tahap permulaannya sama seperti gejala diabetes tipe I.
Penyebab Diabetes
Saat ini, faktor utama munculnya penyakit diabetes berkaitan langsung dengan pola hidup masyarakat. Konsumsi makanan yang tidak seimbang serta kurangnya aktivitas fisik dapat memicu timbulnya penyakit kencing manis.
Disamping itu, adanya stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diabetes.
Pencegahan Diabetes
Penyakit ini dapat dicegah dengan merubah pola makan yang seimbang. Kurangi makanan yang banyak mengandung protein, lemak, gula, dan garam. Perbanyak melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Diantaranya, berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat, serta rajin memeriksakan kadar gula urine setiap tahun.
Cara Mengatasi Diabetes
Kalau sudah positif diabetes, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan ikuti anjuran dokter dengan penuh disiplin. Selain itu, perlu melakukan diet, karena diet merupakan langkah awal dari usaha untuk mengendalikan diabetes. Namun, sebaiknya ketika melakukan diet, perlu juga dibarengi dengan olah raga secara teratur. Tidak kalah pentingnya, lakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar gula diabetes, yang merupakan suatu gangguan kelainan kadar gula darah karena rusaknya sel beta pancreas, sehingga perlu dikontrol dengan cermat.
Sumber : (p21)
[Info Nutrisi]
Sabtu, 11 November 2006
Hati-hati Konsumsi Antimabuk
(01 Nov 2005, 158 x , cetak, Komentar)
MAKASSAR -- Saatnya mudik, saatnya konsumsi antimabuk. Ini bagi mereka yang memang sering bermasalah dengan kendaraan. Dalam arti, saat naik kendaraan, ia selalu berhadapan dengan problem mabuk. Akhirnya, konsumsi obat antimabuk selalu menjadi pilihan.
Yang punya kebiasaan mabuk, konsumsi obat antimabuk memang sangat membantu. Pasalnya, cukup dengan itu, ia bisa tertidur dan tiba sampai di tujuan tanpa harus sibuk dengan urusan mual-mual.
Akan tetapi, apakah itu tidak berbahaya bagi kesehatan? Menurut spesialis penyakit saraf dr Jumraini Tammasse, Sp.S, mengonsumsi obat antimabuk dalam dosis tepat tentu tidak masalah. Apalagi, antimabuk ini memang bisa membantu menjaga keseimbangan dalam perjalanan.
"Dengan meminum obat antimabuk, yang bersangkutan biasanya mengantuk dan tertidur, sehingga keseimbangannya bisa tetap terjaga selama perjalanan,"kata dokter jebolan Unhas ini.
Akan tetapi, katanya, semua harus sesuai dosis. Tentunya, dosis itu ada untuk dewasa dan anak-anak. Kalau konsumsinya berlebihan, tentu akan mengganggu sistem saraf pusat, sehingga bisa menimbulkan depresi.
Bagaimana dengan mereka yang perjalanannya cukup jauh, sehingga harus mengonsumsi beberapa kali atau beberapa butir? Jumraini menjelaskan, efektifnya obat antimabuk itu sampai enam jam perjalanan. Untuk mencapai hasiloptimal, itu dikonsumsi satu jam sebelum naik kendaraan, kendati ada juga yang reaksinya lebih cepat.
Oleh karena itu, untuk perjalanan yang hanya sampai enam jam tentu cukup satu biji. Bagi yang agak keras mabuknya, bisa sampai satu setengah sampai dua biji. Kalau perjalanannya memakan waktu di atas enam jam, tentu setelah enam jam itu baru bisa mengonsumsi lagi.
Dalam perjalanan, kadang-kadang ada orang yang lupa mengonsumsi sejam sebelum perjalanan. Di perjalanan atau pada saat merasakan tubuhnya tidak lagi seimbang, baru mereka mengonsumsi antimabuk. Apakah itu masihberpengaruh? Menurut Jumraini, itu tetap ada pengaruhnya. Tergantung reaksi tubuhnya. Bagi yang cepat, mungkin saja masih dalam perjalanan reaksinya sudah dirasakan. Akan tetapi, bagi yang lambat, bisa jadi, setelah tiba di perjalanan baru muncul ngantuknya. Kendati demikian, tetap saja harus mengonsumsi sesuai dosis. Sebab jika berlebih bisa membahayakan.
Mengenai ragam obat antimabuk yang ada dijual secara umum, dijelaskan bahwa jenisnya memang ada banyak. Hanya saja, untuk mabuk perjalanan, tampaknya memang hanya satu jenis yang populer, serta dijual bebas. Walau demikian, mengonsumsi obat antimabuk juga harus tetap selektif.
[Info Nutrisi]
MAKASSAR -- Saatnya mudik, saatnya konsumsi antimabuk. Ini bagi mereka yang memang sering bermasalah dengan kendaraan. Dalam arti, saat naik kendaraan, ia selalu berhadapan dengan problem mabuk. Akhirnya, konsumsi obat antimabuk selalu menjadi pilihan.
Yang punya kebiasaan mabuk, konsumsi obat antimabuk memang sangat membantu. Pasalnya, cukup dengan itu, ia bisa tertidur dan tiba sampai di tujuan tanpa harus sibuk dengan urusan mual-mual.
Akan tetapi, apakah itu tidak berbahaya bagi kesehatan? Menurut spesialis penyakit saraf dr Jumraini Tammasse, Sp.S, mengonsumsi obat antimabuk dalam dosis tepat tentu tidak masalah. Apalagi, antimabuk ini memang bisa membantu menjaga keseimbangan dalam perjalanan.
"Dengan meminum obat antimabuk, yang bersangkutan biasanya mengantuk dan tertidur, sehingga keseimbangannya bisa tetap terjaga selama perjalanan,"kata dokter jebolan Unhas ini.
Akan tetapi, katanya, semua harus sesuai dosis. Tentunya, dosis itu ada untuk dewasa dan anak-anak. Kalau konsumsinya berlebihan, tentu akan mengganggu sistem saraf pusat, sehingga bisa menimbulkan depresi.
Bagaimana dengan mereka yang perjalanannya cukup jauh, sehingga harus mengonsumsi beberapa kali atau beberapa butir? Jumraini menjelaskan, efektifnya obat antimabuk itu sampai enam jam perjalanan. Untuk mencapai hasiloptimal, itu dikonsumsi satu jam sebelum naik kendaraan, kendati ada juga yang reaksinya lebih cepat.
Oleh karena itu, untuk perjalanan yang hanya sampai enam jam tentu cukup satu biji. Bagi yang agak keras mabuknya, bisa sampai satu setengah sampai dua biji. Kalau perjalanannya memakan waktu di atas enam jam, tentu setelah enam jam itu baru bisa mengonsumsi lagi.
Dalam perjalanan, kadang-kadang ada orang yang lupa mengonsumsi sejam sebelum perjalanan. Di perjalanan atau pada saat merasakan tubuhnya tidak lagi seimbang, baru mereka mengonsumsi antimabuk. Apakah itu masihberpengaruh? Menurut Jumraini, itu tetap ada pengaruhnya. Tergantung reaksi tubuhnya. Bagi yang cepat, mungkin saja masih dalam perjalanan reaksinya sudah dirasakan. Akan tetapi, bagi yang lambat, bisa jadi, setelah tiba di perjalanan baru muncul ngantuknya. Kendati demikian, tetap saja harus mengonsumsi sesuai dosis. Sebab jika berlebih bisa membahayakan.
Mengenai ragam obat antimabuk yang ada dijual secara umum, dijelaskan bahwa jenisnya memang ada banyak. Hanya saja, untuk mabuk perjalanan, tampaknya memang hanya satu jenis yang populer, serta dijual bebas. Walau demikian, mengonsumsi obat antimabuk juga harus tetap selektif.
[Info Nutrisi]
Langganan:
Postingan (Atom)